Showing posts with label Budidaya Buah-buahan. Show all posts
Showing posts with label Budidaya Buah-buahan. Show all posts

Tuesday, 25 February 2014

Taman Apel Dan Cara Bududaya Apel

Pemangkasan cabang dan ranting tanaman apel kini bisa tidak dilakukan lagi. Dengan pemangkasan akar, tanaman apel tetap pendek dan kualitasnya lebih baik.

Petani apel di Malang dan Bali umumnya sudah tahu,  supaya berbunga dan berbuah, ranting dan cabang tanaman secara rutin harus dipangkas. Bekas potongan itu selanjutnya diolesi ter atau paraffin agar tidak menjadi jalan masuk bakteri atau cendawan penyebab penyakit. Tanaman apel yang tidak dikendalikan pertumbuhan vegetatifnya akan malas berbuah.

Petani apel Amerika juga tahu bahwa pertumbuhan vegetative tanaman harus dihambat. Namun mereka tidak mau repot memotong dan mengoles. Daripada harus memangkas ranting, mereka lebih suka memotong akar. Selain lebih praktis, pembuahan ternyata bisa dipacu lebih awal dan sekaligus kualitasnya lebih baik.

    Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh James R Schupp dari pusat Litbang Pertanian Ohio, Universitas Ohio, Amerika Serikat, pemotongan akar akan mengakibatkan pertumbuhan vegetative tanaman apel dihambat sampai 40 persen, selama sekitar satu musim. Jadi selama itu pula tanaman tidak perlu dipangkas. Ukuran buahnya memang jadi lebih kecil, tetapi jumlah buah yang dihasilkan tidak terpengaruh.

Manfaat pemotongan akar ternyata lebih banyak dari pada pemangkasan cabang. Tanaman tidak hanya menjadi  lebih cepat berbuah, kualitas buah yang dihasilkan pun lebih baik. Warnanya lebih menarik, buahnya lebih keras sehingga lebih tahan lama, dan rasa manisnya akan meningkat. Lebih dari itu, kerugian pada masa awal produksi pertama bisa ditekan karena jumlah bunga dan buah yang rontok berkurang.

    Waktu Pemotongan harus Tepat

Pengaruh positif pemotongan akar hanya bisa diperoleh jika akar dipotong pada waktu yang tepat. waktu pemotongan akar paling baik dilakukan saat tanaman mulai berbunga. Paling lambat, pemotongan harus sudah dilakukan dua minggu kemudian. Lewat waktu tersebut, hasil panen justru akan berkurang dan penghambatan pertumbuhan tanaman pada musim tersebut akan gagal.


    Karena teknologi mekanisasi pertanian di Amerika sudah maju, pemotongan akar dilakukan dengan pisau khusus yang dipasang pada batang logam. Batang logam itu selanjutnya ditempatkan di bagian belakang traktor. Ketika traktor dijalankan di antara barisan tanaman apel, dengan sebuah tuas, kedudukan pisau diatur sehingga terbenam dan tanah pun teriris.

    Dipotong sedalam 30 cm

Hasil terbaik akan diperoleh jika kedua sisi barisan tanaman apel diiris sedalam 30 cm. Pada apel Melrose(M.26), pemotongan dilakukan sejauh 60 cm atau 82 cm dari pangkal batang. Sedangkan penelitian yang dilakukan di Universitas Maine, Amerika Serikat, menunjukan akar apel Mc Intosh (MM.111) harus dipotong sejauh 100 cm dari pangkal batang sedalam 30 cm.

    Segi ekonomis

Harga buah apel  yang besar lebih mahal dari pada yang kecil. Selain itu, setiap kotak isinya akan lebih sedikit jika ukuran buahnya besar-besar. Dengan demikian petani akan memperoleh keuntungan lebih banyak jika ia bisa menghasilkan buah semacam itu.

    Tetapi ukuran buah yang besar kadang-kadang juga kurang menguntungkan. Misalnya warna buahnya jadi tidak memenuhi syarat minimum grade, jika ditunggu hingga  warnanya memenuhi syarat, buah banyak yang gugur, atau malah banyak yang rusak ketika di angkut karena buahnya lebih lunak.

Di sinilah pemotongan akar akan berperan. Kerugian karena ukuran buah lebih kecil dapat diganti dengan buah yang warnanya lebih menarik, rasanya lebih manis, tidak gampang gugur, dan tahan diangkut.

    Lalu, apakah tanaman apel harus selalu dipotong akarnya?

    Jika kualitas buah dan peningkatan keuntungan pada masa panenan awal bisa mengimbangi kerugian karena ukuran buah yang dipanen lebih kecil, pemotongan akar sebaiknya dilakukan. Apalagi jika pertumbuhan tanaman sangat subur dan jarak tanaman cukup rapat, keuntungannya akan semakin nyata.
   
Tetapi jika dengan sedikit pemangkasan cabang sudah dapat diperoleh buah apel yang warnanya merah, seperti yang terjadi pada panenan musim kemarau, pemotongan akar lebih baik tidak dilakukan.       

Saturday, 28 December 2013

Cara Menanam Sengon Dan Budidaya

Sebelum kita membahas lebih jauh bagaimana cara atau kenik menanam sengon, alangkah baiknya kita mengetahui syarat - syarat yang mendukung pertumbuhan sengon supaya maksimal, atau bisa di baca di postingan sebelumnya dengan judul syarat tumbuh sengon buto.

sengon, sengon buto, cara menanam sengon, budidaya sengon


Penentuan areal tanam
Sebelum dilakukan proses penanaman hal yang perlu dilakukan adalah menentukan secara jelas mengenai batas areal yang akan ditanami. Hal ini cukup penting dilakukan karena penentuan batas yang jelas akan mempermudah penentuan luas dan letak lahan. Penghitungan kebutuhan benih, pemeliharaan, dan pengawasannya.

Pembersihan lahan
Pembersihan lahan yang sekaligus dilakukan pada saat pengolahan tanah dapat dilakukan secara mekanis maupun manual. Pada lahan yang luas dengan kemiringan di bawah 30%, pengerjaanya dapat dilakukan secara mekanis, misalnya dengan menggunakan traktor. Pada lahan di atas kemiringan 30% pelaksanaanya tidak dapat dilakuakn secara mekanis, tetapi secara manual. Hal ini tentunya memerlukan tenaga yang cukup banyak.

Setelah lahan dibersihkan, proses selanjutnya adalah pemancanagn ajiruntuk menandai tempat pembuatan lubang tanam. Pemancangan ajir harus sejajar dengan garis contour dan disesuaikan dengan jarak tanamnya, dengan ukuran 3 x 2 meter. Pada tempat kedudukan ajir inilah hendak dibuat lubang tanam.

Pembuatan lubang tanam
Untuk penanaman sengon buto ukuran tiap lubang tanam adalah  panjang 30 cm, lebar 30 cm,dan dalamnya 30 cm. ketika membuat lubang, tanah cangkulan bagian atas (20-30 cm) dan bagian bawah (5-10 cm) dipisahkan pada tanah-tanah cangkulan tersebut diberikan pupuk kandang.

Pemberian pupuk kandang dilakukan 2 minggu sebelum tanam, dan kebutuhannya 20 ton/hektar. Satu minggu sebelum tanam, tanah bekas cangkulan dimasukkan kembali ke dalam lubang seperti sediakala. Tanah cangkulan bagian bawah dikembalikan ke bagian bawah, dan tanah cangkulan bagian atas juga dikembalikan ke bagian atas.

Cara tanam
Penanaman sebaiknya dilakukan pada waktu yang tepat. Pertimbangan utama yang perlu diperhatikan yaitu penyesuaian musim. Penanaman tanaman tahunan hendaknya dilakukan pada musim hujan. Hal ini dimaksudkan agar pada masa awal pertumbuhannya bibit yang ditanam mendapat siraman air hujan. Jika tidak terjadi perubahan yang drastic, idealnya penanaman dilakukan pada bulan Desember atau Januari. 

Untuk sengon buto idealnya ditanam pada bulan November s/d  Januari, karena bibit tanaman ini cukup peka terhadap kekeringan pada awal masa tanam. Namun bisa juga ditanam di luar musim penghujan. Dalam hal ini tempat yang diguanakan mendapat air irigasi setiap tahunnya, atau disirami setiap pagi dan sore.

Apabila bibit sudah terlanjur ditanam, namun pada masa-masa berikutnya tampaknya hujantidak turun lagi. Maka perlu dilakukan penambahan air siraman, hal ini dapat dilihat dari daun bibit sengon buto yang mulai Nampak menggugurkan diri untuk mengurangi penguapan.

Sedangkan cara tanamnya adalah sebagai berikut:


  • Tanah pada lubang tanam tadi digali kembali sesuai kebutuhan besarnya polibag atau keranjang pembungkus.
  • Polibag disobek dari bagian atas ke bawah secara berhati-hati dan jangan sampai  merusak perakaran bibit tanaman sengon, setelah itu bbit dikeluarkan.
  • Bibit yang telah dikeluarkan dari polibag di masukkan ke dalam lubang yang baru dibuat. Lubang ditanam kembali dengan tanah galian tersebut sambil sedikit ditekan agar bibit yang ditanam kokh berdiri.
  • Untuk memperkokoh tanaman, digunakan ajir sebagai penopang. Bentuknya dapat satu batang atau dua batang ajir yang dibuat silang. Penancapan ajir jangan sampai terlalu dekat dengan batang bibit agar tidak melukai/merusak perakaran.
  • Setelah selesai penanaman, bibit disiram air secukupnya.

Pola Tanam
Mengingat keragaman nilai guna penanaman sengon buto dan upaya optimalisasi penggunaan lahan, maka tanaman sengon bulo dapat ditumpangsarikan denagn tanaman lain pada tahun pertama s/d kedua (khusus budidaya sengon)

Sedang kalau mengikuti aturan pola tanam. Tanaman sengon  secara garis besar dapat dbagi menjadi 3, yakni:
a. Pola tanam di Daerah Aliran Sungai (DAS).
b. Pola tanam system tegalan
c. Pola tanam dalam diservikasi perkebunan

Daerah aliran sungai di Indonesia yang belum dimanfaatkan atau dikelola secara optimal mash sangat luas. Di jawa saja terdapat ± 2,5 juta hektar lahan DAS yang belum dimanfaatkan secara intensif, bahkan pola tanam yang salah sering dilakukan pengolahan lahan tersebut mengakibatkan lahan menjadi tidak produktif dan tanahnya menjadi kritis.

Sengon adalah tanaman tahunan yang tidak sulit penanganannya dan dapat dijadikan tanaman konservatif. Justru karena itulah sengon buto cocok sekali dikembangkan d DAS, sebab selain sebagai tanaman konservasi juga dapat meningkatkan penghasilan petani di sekitar DAS tersebut, mengingat prospek masa depannya yang cukup cerah dan waktu yang dibutuhkannya tidak terlalu lama.

Pada pola tanam di DAS, tanaman sengon buto dpat dikombinasikan dengan tanaman: kapas, padi gogo, dan jagung. Adapun jarak tanamnya untuk sengon buto 3 x 3 meter, kapas 6x6 meter, padi gogo dan jagung masing-masing sama 1 x 1 meter.

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui google plus [g+] dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.

Syarat Tumbuh Sengon

Tanaman sengon dapat tumbuh dengan baik pada tanah regosol, alluvial, dan latosol. Tanah – tanah tersebut bertekstrur lempung berpasir atau lempung berdebu dan kemasan tanah sekitar pH 6-7. Tidak semua tanah cocok ditanami sengon buto.

Sengon, budidaya sengon, cara menanam sengon, sengon buto


Tanah yang baik, yaitu tanah yang bersolum tebal. Selain itu, jika sengon ditanam pada tanah yang terlalu basah akan menyebabkan garam. Mangan (Mn) tidak dapat terserap makanan, sehingga bentuk daun sengon akan kerdil. Jika pH tanah terlalu masam, tanaman sengon tumbuh kerdil. Ini disebabkan oleh garam Aluminium (Al) yang larut di dalamnya untuk meningkatkan pH tanah, dapat dilakukan pengapuran, sekurang-kurangnya 2 bulan sebelum tanam.

Iklim
Sengon buto dapat tumbuh pada tanah yang tidak subur dan beriklim kering. Berdasarkan penelitian lembaga Penelitian Hutan Bogor, 1974, pohon sengon buto dapat tumbuh dengan baik sekalipun pada tanah yang kurang subur dan beriklim kering, pada ketinggian 30-1.185 m di atas permukaan air laut. Keadaan iklim dapat dirinci sebagai berikut : cahaya matahari, suhu, kelembaban dan curah hujan. Semua factor itu tidak dapat berdiri sendiri, tetapi saling berkaitan.

Sengon buto termasuk jenis tanaman tropis, sehingga untuk pertumbuhannya memerlukan suhu sekitar 18-27° C. Pada dasarnya tanaman sengon buto ini dapat tumbuh di mana-mana mulai dataran rendah sampai dengan dataran tinggi.

Benih Berkualitas
Supay hasil budidaya tanaman sengon dapat berhasil dengan maksimal memilih benih yang baik dan bermutu adalah sesuatu yang wajib, cara pemilihan bibit antara lain sebagai berikut:

1. Benih berasal dari buah yang sudah matang dan cukup umur, yang mempunyai cirri antara lain: kulit biji keras, warna mengkilat kecokelat-cokelatan atau hitam kecoklatan atau hitam kecokelatan. Jika benih berasal dari buah yang muda, maka ketika dikecambahkan pertumbuhannya terhambat, bahkan mungkin sama sekali tidak tumbuh. Warna benih harus seragam.

2. Bau benih yang masih baru kecut dan bijinya masih terdapat sedikit getah yang menempel. Banyak penjual benih yang curang, yaitu benih yang kadaluarsa yang baunya ‘apek’ dan warnanya sudah kusam dicuci dan dikeringkan lagi, sehingga tampak segar. 

Tapi hal ini dapat dibedakkan dengan cara mencium baunya. Benih sengon buto ini disimpan terlalu lama dalam tempat terbuka daya kecambahnya akan menurun. Hasil penelitian menyebutkan biji yang disimpan selama 54 hari di tempat terbuka menyebabkan daya kecambahnya persentasenya turun sekitar 13%.

3. Bentuk dan ukuran benih sengon buto harus  seragam. Bentuk biji sengon buto yang sebesar biji asam jawa yang bentuknya agak oval, maka semuanya seragam semacam itu.

4. Benih sengon buto tidak cacat, pecah atau terkena serangan hama dan penyakit.

5. Benih sengon tidak tercampur dengan benih hampa dan harus bersih dari kotoran-kotoran seperti biji gulma, kerikil, pasir, dll. Untuk memisahkan benih yang hampa bisa digunakan dengan cara direndan di air. Benih yang terapung, itulah benih yang hampa.

Langkah-langkah yang harus ditangani setelah buah sengon buto terkumpul, yaitu melalui beberapa proses:

1. Ekstrasi
Ekstrasi adalah tindakan mengeluarkan biji dari dalam buah dan memisahkan bagian satu dengan lainnya. Cara  ekstrasi  berbeda-beda tergantung dari jenis dan macam buahnya. Untuk buah sengon buto dengan jalan mengiris atau memotong kulit dan daging buah kemudian bijinya dikeluarkan.

2. Pengeringan
Pengeringan dimaksudkan agar diperoleh kadar air biji yang rendah sehingga benih dapat disimpan dalam waktu yang lama. Karena tidak semua benih telah kering pada saat ekstrasi, maka diperlukan penegrinagn ulang. Lamanya pengeringan  ulang sangat bervariasi, umumnya benih yang relative kecil lebih cepat kering bila disbanding dengan yang ukuran besar.

Agar dapat disimpan lama kadar air biji yang dikehendaki tiap-tiap jenis benih berlainan, yang baik berkisar antara 7,2 %. Untuk pengukuran kadar air dapat digunakan alat ukur moisture tester.

3. Sortasi
Setelah benih kering maak perlu dipisah-pisahkan bagian yang tidak dikehendaki seperti kulit buah, sisa daun, dan lain-lain. Ciri kondisi benih yang telah disortasi yaitu kebersihan, kemurnian, dan keaslian benihnya terjamin.

Pesemaian benih, media semai yang digunakan: pasir, setelah membuat tempat pesemaian, pasir ditaburkan ± 10 cm. kemudian benih sengon yang sudah menggelembung ditaburkan diatasnya dan ditutup pasir lagi. Lalu disiram air dengan menggunakan gembor. 

Antara 3 s/d 5 hari benih sesudah berkecambah dan siap dipindahkan ke pesemaian kantong plastic. Kantong plastic yang digunakan berukuran 10 x 20 cm, dan pada sisi kiri-kanan   dibuat lubang atau dapat juga denagn cara digunting. Kemudian media tanaman   yang digunakan berupa campuran tanah subur: pasir, pupuk kandang. 

Adapun perbandingan campuran tersebut (1:1:1). Pencampuran ini juga bisa dengan melihat kondisi tanah, bila kondisi tanahnya gembur, pasirnya dapat dikurangi. Tetapi bila kondisi tanahnya liat, penambahan pasirnya bisa ditambah. Setelah media tercampur rata, dimasukkan ke dalam plastic sampai penuh. 

Kemudian kantong plastic diletakkan di bawah para-para yang diberi atap dari jerami atau daun kelapa, agar tidak langsung tersengat sinar matahari, ternyata kecambah sengon buto ini mampu bertahan terkena sinar matahari langsung, asalkan panasnya tidak terlalu menyengat.

Untuk mengetahui teknik dan cara menanam sengon silahkan lihat di sini cara menanam sengon 

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui google plus [g+] dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.

Saturday, 24 August 2013

Budidaya Nilam dan Cara Menanam Tanaman Nilam

Nilam merupakan salah satu tanaman perdu yang sekarang banyak dilirik orang sebagai karena memiliki nilai ekonimis yang cukup tinggi. Keunggulan tanaman ini memiliki multi manfaat dan kahsiat yang cukup bagus dibanding dengan tanaman perdu yang lainnya.

budidaya, nilam, cara, menanam, tanaman nilamm











banyaknya permintaan minyak nilam di Indonesia maupun di luar Negeri menjadikan tanaman ini layaknya "primadona" yang banyak dicari orang, bahkan yang mengelola minyak dari bahan dasar nilam ini kebanyakan perusahaan besar yang  hasil akhirnya akan dikirim keluar negri atau menjadikan hasil nilam ini menjadi komoditi ekspor.

Untuk mengetahui bagaimana cara budidaya nilam atau cara menanam tanaman nilam ini, di bawah ini ada tahapan atau langkah-langkah budidaya nilam secara singkat:

PERSIAPAN BIBIT

Bila ingin melakukan kegiatan pesemaian atau pembibitan maka beberapa hal yang harus dipersiapkan antara lain lahan yang cukup, rnisalnya seluas 2.500 m2 untuk menangani sekitar 25 ha areal lahan yang akan ditanami, persiapan bibit berupa pohon nilam dari hasil panen melewati jangka waktu 6-7 bulan, tenaga kerja untuk melakukan monitoring dan pemeliharaan, bahan baku berupa tanah yang subur, pasir, sekam, pupuk kandang, insektisida, bahan baku untuk pembuatan naungan berupa bambu dan atap pelindung, serta persiapan bahan baku polibag sebagai sarana penempatan bibit.

Adapun metode pestmaian dapat dilakukan dengan 2 cara.

  • Cara pertama, bii setek dipotong sekitar 15-18 cm. Setelah itu, setek langsungdilaucapkan ke dalam polibag yang sudah diisi dengan mein tanam. Media tanam terdiri dari campuran 100 kg tanah, 125 kg seism, 25 kg pasir, dan 100 kg pupuk kandang. Campuran tessebut didiamkan selama 1-2 hari. Pemeliharaan bibit dalam pohlag ini cblakukan sampai berumur maksimum 2 bulan. Selanjutnya, bait dapat dipindahkan ke lahan perkebunan. Jumlah media tanam campuran tersebut digunakan untuk 26.000 polibag.
  • Cara kedua, bibit setek dipotong dengan panjang sekitar 12 cm-15 cm. Setelah itu, bibit direndam dalam pupuk cair organik perangsang akar tanaman (131) selama 5 menit. Lalu bibit diikat dalam satuan 50 atau 100 batang dan disimpan di tempat yang sejuk selama 15 hari. Saat akar serabut dan dam sudah muncul maka setek dipindahkan ke dalam polibag yang dilubangi sebanyak 2 atau 3 lubang untuk menghindari adanya gesekan dengan akar yang sudah hidup

PENGOLAHAN TANAH

Tanah terlebih dahulu harus melalui proses penggemburan dengan cara dicangkul atau dengan alat pertanian lainnya (traktor). Kedalaman galian tanah hendaknya 3o cm untuk dibalikkan. Setelah itu, didiamkan selama 3-4 hari agar terjadi proses penguapan dari tanah yang telah diolah.

Dengan asumsi lahan yang akan ditanami pohon nilam adalah tanah datar atau bekas persawahan, sebaiknya tanah yang telah gembur dibuat bedeng dengan lebar sekitar 3,2 m dengan panjang disesuaikan luas areal tanah. Setiap bedeng diberi jarak selebar 30 cm sebagai penampung saluran air sekaligus sebagai sarana jalan untuk mengontrol tanaman dengan kedalaman sekitar 15-25 cm.

Dengan lebar bedeng tersebut maka pada bedeng dapat dibuat 3 lubang dengan jarak masing-masing 80cm untuk menampung bibit sebanyak 3 polibag. Jarak lubang dari pinggiran saluran masing-masing 30 cm.

Lubang untuk tanaman tersebut dibuat dengan diameter 12-15 cm atau disesuaikan dengan diameter polibag. Kemudian lubang diberi pupuk kandang sebanyak 0,00769 kg atau sekitar 2 sendok makan. Setelah itu, lubang didiamkan selama 2-3 hari. Selanjutnya, proses penanaman bibit dapat dilakukan.

PENANAMAN

Sebelum proses penanaman dilakukan maka ada beberapa syarat dan cara serta mekanisme yang harus dipenuhi agar penanaman yang dilakukan memperoleh hasil optimal sesuai yang diinginkan dan pola budi daya. Adapun hal tersebut dijelaskan sebagai berikut..

Iklim

Penanaman nilam sebaiknya dilakukan di daerah yang memiliki kondisi ideal, yaitu berada pada suhu rata-rata antara 22-280 C. Tingkat intensitas penyinaran matahari cukup, terlebih pada saat tanaman mendekati masa panen.

Curah hujan yang ideal sebaiknya berada pada posisi antara 2.500-3.500 nunjtahun dan turun merata sepanjang tahun. Sementara tingkat kelembapan udara rata-rata di atas 75%.

Tanah

Pohon nilam dapat ditanam pada berbagai jenis kontur tanah, baik tanah datar, berbukit, ataupun tanah dengan tingkat kemiringan terjal. Namun, kondisi tanah yang disarankan subur, gembur, serta kaya humus agar memberikan hasil yang sangat.

Tinggi tempat yang ideal yaitu 10-400 in di atas permukaan laut (dpl), masih dapat ditanami sampai batas ketinggian 700 m dpl. Sementara pada ketinggian 700-2000 m dpl, nilam masih dapat tumbuh, tetapi kadar/remdemen min). mknya tidak sebagus di dataran rendah.

Keasaman tanah (pH) yang dikehendaki 5,5-6,5 dan tidak boleh tergenang air. Agar tidak tergenang, lahan sebaiknya dibuat bedeng agar kondisi tingkat kelembapan tanah mudah dikendalikan Tanah hat kurang diperkenankan, sedangkan pasir dan tanah berkapur tidak diperkenankan.

Cara Tanam

Penanaman dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu penanaman langsung dan tidak langsung.

Penanaman langsung

Bibit yang digunakan pada penanaman langsung berupa setek yang dipetik dari lahan perkebunan dan ditanam secara langsung di lahan. Setiap lubang ditanam 2-3 setek untuk menjaga setek yang mati.
Penanaman dengan cara ini membutuhkan bibit setek yang lebih banyak dan persentase kematiannya lebih besar. Oleh sebab itu, cara ini tidak disarankan untuk diterapkan di perkebunan budi daya.

Penanaman secara tidak langsung (khusus budi daya)

Bibit yang digunakan pada cara ini melalui proses pesemaian atau pembibitan terlebih dahulu. Tanaman dipersiapkan selama 6-8 minggu sebelum ditanam pada lahan budidaya. Pesemaian dapat dilakukan pada lahan tersendiri pemberian pelindung atau pada areal yang memiliki pepohonan yang rindang. Namun, lahan memenuhi syarat, yaitu kemudahan persediaan air dalam jumlah cukup serta memudahkan efektivitas monitoring untuk memantau perkembangan dari bibit/setek

PEMELIHARAANTANAMAN

Pemupukan

Pemupukan hendaknya dilakukan dengan pedoman 5 tepat, yaitu tepat jenis, tepat jumlah, tepat waktu, tepat cara, dan tepat tempat.

Tepat jenis

Tepat jenis diartikan penggunaan jenis pupuk disesuaikan dengan jenis tanaman, yaitu pupuk kandang dari domba dan ayam atau pupuk kimia berupa SP 36, urea, KCL, dan NPK.

Tepat jumlah

Tepat jumlah diartikan jumlah pemberian pupuk disesuaikan dengan luas areal tanaman. Sebagai contoh, untuk flap hektar per tahun rata-rata memerlukan pupuk kandang masing-masing sebanyak too sak, SP 36 sebanyak 200 kg, urea sebanyak 200 kg , KCL sebanyak 150 kg, dan NPK sebanyak 100 kg.

Selain itu, pupuk organik dapat digunakan untuk lebih merangsang terjadinya proses pertumbuhan daun yang lebih cepat dalam jumlah banyak. Pemupukan menggunakan cairan penyubur tanaman (CPT) dengan takaran tho ml ditambah air sebanyak 40 liter untuk lahan seluas satu hektar.

Tepat waktu

Tepat waktu dimaksudkan agar pemupukan dilakukan pada awal proses penanaman dengan dosis sesuai takaran. Pada masa pertumbuhan memasuki umur satu bulan diberi urea dan KCL atau SP 36 dan NPK sebanyak 1/4 bagian dan 1/3 bagian. Pemupukan ini diberikan satu minggu setelah panen pertama dan sisanya setelah panen kedua dan ketiga. Hal ini dimaksudkan agar proses pertumbuhan tanaman lebih optimal

Tepat cara

Tepat cara diartikan perlakuan dan mekanisme pemberian pupuk beserta takaran jumlahnya dan urut-urutan pemberiannya mengikuti program dan pola budi daya tanaman.

Tepat tempat

Tepat tempat diartikan lokasi penyimpanan pupuk berada pada tempat yang baik, mudah dijangkau, serta jarak antara tempat penyimpanan dan lahan budi daya soling berdekatan. Hal ini dilakukan agar efektivitas dan efisiensi pemupukan menjadi lebih tinggi.

Penyulaman

Penyulaman dilakukan untuk mengganti tanaman yang sudah mati atau layu agar jumlah tanaman sesuai target yang diinginkan. Penentuan target jumlah tanaman disesuaikan dengan lugs areal dan jarak tanam, yaitu 1 hektar dengan jumlah Wait maksimum 26.000 tanaman.

Penyiangan

Penyiangan dilakukan setelah tanaman berumur sekitar umur tersebut, ketinggian tanaman mencapai 20-30 cm dan m cabang bertingkat dengan radius 20 cm. Penyiangan dilakukan de 2 (dua) cara, yaitu cara mekanis dan kimiawi.

Pemangkasan

Pemangkasan dilakukan setelah tanaman berumur 3 bulan, yaitu setelah terbentuk perdu yang saling menutupi satu sama lain di antara pohon atau tanaman. Pemangkasan dilakukan pada cabang tingkat tiga ke atas. Pemang¬kasan dan penjarangan dilakukan agar tanaman terhindar dari serangan hama dan penyakit tanaman. Selain pemangkasan memberi ruang gerak lebih luas ker.hadap tanaman.

Pembumbunan

Pembumbunan dilakukan setekth proses panen selesai. Cabang-cabang dan dahan serta ranting yang ditinggalkan sesudah panen yang letaknya dekat dengan tanah ditimbun seting 10-15 cm. Cabang yang letaknya jauh dari tanah dipatabkan bagian ujungnya (tidak terputus dari batang) dan bagiar dari batang patah ditimbun dengan tanah.

Budidaya Jambu Mete atau Jambu Monyet

Jambu mete atau jambu monyat di Indonesia memiliki beberapa nama seperi jambu mede (Sunda), jambu monyet (Jawa dan Sumatera), jambu jipang/dwipa (Bali), jambu siki, erang, atau gaju (Sumatera), didaerah daerah di Indonesia tanaman buah ini banyak dibudidaya.

budidaya,  jambu,  mete, jambu monyet

Salah satu keunggulan buah jambu mete ini yaitu buah sejati nya atau yang lebih terkenal dengan biji atau kacang mete. sedangkan buah yang bagian atasnya (yang membungkus kacang) itu disebut buah semu.

Di bawah ini kita akan mengetahui secara singkat cara menanam atau budidaya jambu mete atau jambu monyet

 IkLim

  • Tanaman jambu mete sangat menyukai sinar matahari. Apabila tanaman jambu mete kekurangan sinar matahari, maka produktivitasnya akan menurun atau tidak akan berbuah bila dinaungi tanaman lain.
  • Suhu harian di sentra penghasil jambu mete minimum antara 15-25°C dan maksimun antara 25-35°C. Tanaman ini akan tumbuh baik dan produktif bila ditanam pada suhu harian rata-rata 27°C.
  • Jambu mete paling cocok dibudidayakan di daerah-daerah dengan kelembaban nisbi antara 70-80%. Akan tetapi, tanaman jambu mete masih dapat bertOleransi pada tingkat kelembaban 60-70%.

  • Angin kurang berperan dalam proses penyerbukan putik tanaman jambu mete. Dalam penyerbukan bunga jambu mete, yang lebih berperan adalah serangga karena serbuk sari jambu mete pekat dan berbau sangat harum.
  • Daerah yang paling sesuai untuk budi daya jambu mete ialah di daerah yang mempunyai jumlah curah hujan antara 1.000-2.000 mm/* tahun dengan 4-6 bulan kering (<60 mm).

Media Taman

  • Jenis tanah paling cocok untuk penanaman jambu mete adalah tanah berpasir, tanah lempung berpasir, dan tanah ringan ber¬pasir.
  • Jambu mete paling cocok ditanam pada tanah dengan pH antara 6,3-7,3, tetapi masih sesuai pada pH antara 5,5-6,3.

Ketinggian Tempat

Di Indonesia, tanaman jambu mete dapat tumbuh di ketinggian 1-1.200 m dpi. Batas opti¬mum ketinggian tempa untuk tanaman ini hanya sampai 700 m dpi, kecuali untuk tujuan rehabilitasi tanah kritis.

Sistem Budi Daya

Pembibitan

Budidaya jambu mete dapat diperbanyak secara generatif melalui biji dan secara vegetatif dengan cara pencangkokan, okulasi, dan penyambungan. Biji yang akan ditanam harus berasal dari pohon induk pilihan.

Cara penanganan biji mete untuk benih adalah:

  • Buah mete/calon bibit dipanen pada pertengahan musim panen.
  • Buah mete tersebut harus sudah matang dan tidak cacat.
  • Biji mete segera dikeluarkan dari buah semu lalu dicuci bersih, kemudian disortir.
  • Biji mete dijemur sampai kadar air 8-10%.
  • Bila dikemas dalam kantong plastik, aliran di ruang penyimpanan harus lancar denngan suhu antara 25-30° C dan kelembapan 70-80%.
  • Lama penyimpanan bibit + 6 bulan, paling lama 8 bulan.
  • Sebelum ditanam, benih (biji mete) harus disemai dahulu.

Pengolahan Media Tanam

Pengolahan media iariarn merupakan faktor yang penting agar bibit jambu mete dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Pekerjaan ini meliputi persiapan awal lahan, pembukaan lahan (land clearing), dan pemupukan

Persiapan

Sebelum ditanami lahan harus dibersihkan dahulu, dan pH harus 4-6. Tanaman jambu mete sangat toleran terhadap lingkungan yang kering ataupun lembap, juga terhadap tanah yang kurang subur. Daerah dengan tanah liat pun jambu mete dapat tetap bisa hidup dan berproduksi dengan baik. Saat tanam jambu mete yang baik adalah awal musim hujan. Pengolahan tanah sudah dimulai di musim kemarau.

Pembukaan Lahan

Lahan yang akan ditanami jambu mete harus terbuka atau terkena sinar matahari dan disiapkan sebaik-baiknya.Tanah dibajak/ dicangkul sebelum musim hujan. Batang¬batang pohon disingkirkan dan dibakar.

Pemupukan

Pemberian pupuk kandang dimulai sejak sebelum penanaman. Sebaiknya, di saat tanaman masih kecil, pemupukan dengan pupuk kandang itu diulangi hingga dua kali setahun. Caranya dengan menggali lubang sekitar batang, sedikit di luar lingkaran daun. Pupuk atau kompos dimasukkan ke dalam lubang galian itu. Pemupukan berikutnya dilakukan dengan menggali lubang, di luar lubang sebelumnya. Pemberian pupuk kandang dan kompos dimaksudkan untuk memperbaiki keadaan fisik tanah.

Teknik Penanaman

Sebelum dilakukan penanaman, terlebih dahulu tentukan pola dan jarak tanam, kemudian dilakukan pembuatan lubang tanam.

Penentuan Pola dan Jarak Tanam

Pada budi daya monokultur jarak tanam dianjurkan 12 x 12 m. Maka dalam setiap satu hektare lahan jumlah total tanaman yang dibutuhkan sebanyak 69 batang. Jarak tanam dapat dibuat dengan ukuran 6 x 6 m sehingga jumlah total tanaman yang dibutuhkan adalah 276 batang/ha. Kerapatan tanaman kemudian dijarangkan pada umur 6-10 tahun.

Pembuatan Lubang Tanam

Cara membuat lubang tanam:
  • Tanah digali dengan ukuran 30 x 30 x 30 cm. Bila jenis tanahnya sangat liat, ukuran lubang tanam dibuat 50 x 50 x 50 cm. Bila di lubang tanam terdapat lapisan cadas, harus ditembus agar akar dapat tumbuh sempurna dan terhindar dari genangan air.
  • Pada waktu penggalian lubang, lapisan tanah bagian atas dipisahkan ke arah Utara dan Selatan serta lapisan bawah ke arah Timur dan Barat.
  • Lubang tanam dibiarkan terbuka ± 4 minggu. Pada waktu penutupan lubang, tanah lapisan bawah dikembalikan ke tempat semula, disusul lapisan atas yang telah bercampur dengan pupuk kandang ±1 pikul.
  • Di lubang tanam yang telah ditimbun dibuat ajir agar lubang tanam mudah ditemukan kembali.

Cara Penanaman

Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut.:
  • Bibit yang akan ditanam dilepas dari polybag. Tanah yang melekat pada akar dijaga jangan sampai berantakan agar perakaran bibit tidak rusak.
  • Penanaman dilakukan sampai sebatas leher akar atau sama dalamnya seperti sewaktu masih dalarn persemaian. Bila menggunakan bibit dari okulasi dan sambung, usahakan akar tunggangnya tetap lurus. Letak akar cabang diusahakan tersebar ke segala arah. Ujung¬ujungnya yang patah/rusak sebaiknya dipotong.
  • Tanah di sekitar batang dipadatkan dan diratakan agar tidak terdapat rongga-rongga udara di antara akar dan tidak terjadi genangan air. Tanaman perlu diberi penyangga dari bambu agar dapat tumbuh tegak.

Pemeliharaan Tanaman

Pemeliharaan tanaman meliputi pekerjaan penyiraman, penyulaman, penyiangan dan pengemburan, pemupukan, pemangkasan, serta penjarangan.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama

Ulat kipat (Cricula trisfenestrata HeIf) 

Pada tanaman terlihat kepompong ber-gelantungan. Ulat berwarna hitam bercak¬bercak putih, kepala dan ekor warna merah nyala, dan seluruh tubuhnya ditumbuhi rambut putih berbentuk Telurnya berwarna putih, oval. Fase pupa berlangsung 4 / minggu, fase kepompong 3-5 minggu.

Gejala: daun-daun tidak utuh dan terdapat bekas gigitan. Pada serangan yang hebat, daun dapat habis sama sekali, tetapi tanaman tidak mati. Bila terkena serangan, tanaman tidak akan menghasilkan buah dan baru pulih setelah 18 bulan.
Pengendalian: dengan menyemprotkan\ insektisida Symbush 50 EC atau Pumicidin dengan dosis 1,0-1,5 mVliter air.

Helopeltis sp.

Tubuh imago berwarna hitam, kecuali abdo¬men bagian belakang sebelah bawah berwarna putih.
Gejala: pada tunas-tunas daun muda, tangkai daun terdapat bercak-bercak hitam tidal( merata. Daun dan ranting segera mengering; dan diikuti dengan gugurnya daun.
Pengendalian: (1) melalui teknik bercocokn tanam, misalnya dengan mengurangi tanaman inang atau tanaman peneduh. (2) dengan insektisida Agroline dengan dosis 0,2 % atau Thiodan dengan dosis 0,02 %.

Ulat penggerek batang (Plocaederu feeeugineus L)

Gejala: mula-mula daun berubah warna menjadi kuning. Lama-kelamaan daun akan gugur/rontok dan tanaman dapat mati.
Pengendalian: (1) dengan menangkap ulat penggerek tersebut. (2) dengan mengelesi 1 sekitar permukaan batang/akar dengan 1 larutan BMC 1-2% (20 gram/liter air).

Penyakit

Penyakit yang sering menyerang adalah pe¬nyakit busuk batang dan akar, penyakit bunga dan putik, dan Antracnossis. Penyakit ini dapat dibasmi dengan Fungisida Zinc Carmamate, Captacol dan Theophanatea.

Penyakit layu

Penyakit ini muncul bila tempat pembibitan terlalu lembab dan jenuh air.
Penyebab: Phytophthora palmivora, Fusarium sp, dan Phytium sp.

Gejala: bila tanaman tiba-tiba menjadi layu. Pengendalian: (1) memperbaiki lingkung¬an pembibitan, seperti memperdalam parit pembuangan air dan mengurangi naungan yang terlalu rapat. (2) penyemprotan Dithane M 45 secara teratur dan terencana.

Daun layu dan kering

Penyebab: bakteri Phytophthora solanacearum.
Gejala: secara mencolok daun-daun berubah warna dari hijau menjadi kuning lalu gugur, beberapa cabang meranggas, dan tanaman akhirnya mati. Jaringan kayu pada batang yang terserang di bawah kulit berwarna hitam atau biru tua dan berbau busuk.

Pengendalian: tanaman yang terserang penyakit ini harus dibongkar sampai ke akar¬akarnya supaya penyakit tidak menutar ke tanaman lain. Pencegahan harus dilakukan secara terpadu. Bibit dan alat-alat pertanian harus bebas dari kontaminasi bakteri dan karantina tanaman dilakukan secara konsekuen.

Bunga dan buah busuk

Penyebab: Colletrichum sp., Botryo¬diplodia sp., Pestalotiopsis sp. Gejala: kulit buah hitam dan busuk.
Penyebab: Pestalotiopsis sp, Colletri¬chum sp, Pestalotiopsis sp., Botryo-diplodia sp., Fusarium sp.
Gejala: permukaan kulit buah dan kulit biji kering kecokelatan dan pecah-pecah, bunga dan tangkai busuk.

Friday, 23 August 2013

Cara Menanam panili dan Budidaya Vanili

IKLIM

Panili tumbuh pada daerah (Zone) antara 100 Lintang Utara dan 200 Lintang Selatan. Indonesia terletak antara 50 L.U. 100 L.S. sehingga secara potensial merupakan daerah pengembangan tanaman panili yang baik.

budidaya, panili, cara menanam



Sebagian besar daerah penanaman panili di Indonesia ter¬dapat di Jawa yang terletak di antara 50 L.U.. — 70 L.S. Pusat penanarnan panili di Jawa terdapat di 3 tempat, yaitu Daerah Garut (Jawa Barat), Daerah Temanggung dan Kedu (Jawa Tengah) dan Daerah Malang dan Banyuwangi (Jawa Timur).

Unsur-unsur iklim yang banyak mempengaruhi terhadap budidaya tanaman panili adalah elevasi (tinggi tempat) temperatur, tipe curah hujan dan kelembaban udara.

Elevasi dan Temperatur.

Temperatur rata-rata di Indonesia pada ketinggian permukaan laut adalah ± 260C dan turun ± 0,60C setiap naik 100 m. Panili dapat ditanam pada dataran rendah sampai elevasi 700 m, bahkan di daerah asalnya Mexico dapat sampai pada elevasi 2000 m, tetapi elevasi yang optimal adalah antara 400-700 m dengan tern¬peratur rata-rata tahunan 220C-250C. Batas temperatur tertinggi 380C dan temperatur terendah 90C bagi tanaman! panili ditentukan oleh terhentinya pertumbuhan tanaman.

Tipe Ctirah Hujan dan Kelembaban

Pembagian curah hujan lebih penting daripada jumlahnya per tahun. Panili memerlukan masa agak kering ± 3 bulan untuk pernasakan buah dan mempertinggi mutunya. Periode hujan selama 8-10 bulan diperlukan untuk pertumbuhan tanaman dthi pembentukan buah.‘ Di Indonesia, tipe curah hujan optimal untuk panili adalah 2000-3000 mm per tahun dengan kelembaban +80%.

 TANAH DAN LOKASI

Perhatian utama pada saat pemilihan tanah untuk berusaha tani panili, ditunjukan kepada tanah-tanah yang banyak me¬ngandung humus (mulch), karena akar-akar tanaman panili tumbuh relatif dangkal, sehingga sangat peka terhadap keadaan lapisan-lapisan tanah paling atas. Oleh karena itu hendaknya diusahakan agar kadar bunga tanah (humus) tetap dipertahankthi.

Tanaman panili menghendaki, struktur tanah yang baik porous (mudah meresapkan air) dan gembur sehingga mudah ditembus akar-akar tanaman.

Tanaman panili memerlukan unsur Ca (Calcium) yang jumlahnya relatif banyak, sehingga dalam usaha mencari tanah untuk pertanaman panili, keadaan unsur Ca nya juga perlu dipertimbang¬kan.

Keadaan Ph tanah yang dikehendaki tanaman panili adalah antara Ph 6-7. Tanah-tanah yang terbaik untuk tanaman panili adalah tanah yang berasal dari bahan batuan induk batu kapur dengan Ph 6-7. Dengan Ph tanah antara 6-7 tanaman panili akan bebas dari problema penyakit busuk batang, bila dibanding kan dengan tanah yang mempunyai Ph 5,0-5,5.   

PENANAMAN

PENANAMAN POHON PELINDUNG ATAU POHON PANJ ATAN   

Penanaman pohon pelindung atau pohon panjatan sebaik¬nya sudah dilaksanakan satu tahun sebelum dilaskanakan naman tanaman pamili.

 Jenis tanaman yang baik dipakai sebagai pohon pelindung dan sekaligus sebagai pohon panjatan/penunjang adalah tanam¬tanaman seperti :
  • Lamtoro (Leucaena glauca)
  • Dadap (Erythrina variegata)
  • Jarak pagar (Jathropa curcas)
  • Kolena/pohon gamal (Glericidia)
  • Sengon (Albizia spei).

PENGOLAHAN TANAH

Sebelum melakukan penanaman, terlebih dahulu tanah harus tiolah dengan sebaik-baiknya dengan cara :
  • Terlebih dahulu tanah dibersihkan dari tonggak-tonggak pohorr kayu yang ditebang dan kotoran-kotoran lainnya. Selanjutnya tanah dicangkul atau dibajak sampai gembur dan rumput yang ada dibersihkan.
  • Pohon pelindung/penunjang ditanam pada permulaan musim penghujan dengan jarak tanam 1X2 m, 1X1,5 m atau 1X1,75 m, tergantung pada kesuburan tanah dan tinggi tempat dari permukaan laut. Barisan penanaman sebaiknya membujur ke timur, dengan maksud agar sinar matahari pagi dapat masuk dengan leluasa sehingga seluruh tanaman dapat sinar mata¬hari pagi dengan merata
  • Cara yang kedua penanaman pohon pelindung atau pohon panjatan dapat dilakukan sebagai berikut ;Pertama-tama sebelum tanah j dikerjakan, terlebih dahulu dianjir dengan jarak 1,5 m membujur ke timur, kemudian tanah bare digali (seperti membuat got/selokan) dengan lebar 50 cm. Penanaman pohon- Pandung atau panjatan Baru dilakukan pada permulaan musim penghujan. Penanaman dilakukan pada dasar galian tanah dengan jarak 1X1,5 m.
  • Cara yang ketiga, yaitu dengan cara kombinasi antara cara b dan c tetapi waktu tanam panili dilakukan bersama-sama dengan penanaman pohon pelindung atau pohon panjatan.

PERSIAPAN BIBIT

Pembiakan tanaman panili dapat dilakukan secara generatif dan dapat pula dengan cara vegetatif, namun yang sering dipakai adalah pembiakan dengan cara vegetatif (dengan stek). Sedang¬kan pembiakan secara generatif (dengan biji), dilakukan bila untuk keperluan penelitian (pemuliaan tanaman) untuk mendapat¬kan jenis-jenis baru yang lebih baik atau untuk tujuan-tujuan lainnya.

Penanaman panili dengan stek dilakukan pada musim penghujan yaitu sebelum hujan turun dengan lebat, karena bila di¬lakukan penanaman stek setelah hujan turun dengan lebatnya, maka sering kali bibit stek akan mati karena mengalami kebusuk¬an, dengan demikian sebelumnya harus sudah tersedia tanaman panili yang cukup mengeluarkan sulur-sulur dahan yang sehat dan kuat. 

Tanaman panili yang sudah pernah berbuah tidak baik dipakai untuk bibit karena daya tumbuhnya kurang. Sulur yang baik dipilih untuk stek bibit adalah batang/sulur yang agak gemuk/subur. Sulur/batang yang telah dipilih dan telah dipotong dan pohon induknya untuk stek bibit, pucuknya dipotong untuk menghindari pembusukan pucuk.

PENANAMAN

Jarak tanam (untuk Jawa) adalah 1,50X1,50 m, sesuai dengan jarak tanam pohon pelindung atau pohon panjatan. Menurut CHALOT jarak tanam pohon pelindung atau pohon panjatan 1,5 m X 1,0 m yaitu jarak antara larikan 1 m.

Sebelum bibit ditanam terlebih dahulu dibuat lubang-lubang penanaman dekat dengan pohon penunjang sedalam 10 cm. Cara menanam stek ada 2 cara yaitu dengan cara lengkung dan defigan cara lurus. 
Bibit yang pangkalnya lurus sebaiknya ditanam dengan cara lurus dan bibit yang pangkalnya melengkung sebaiknya ditanam dengan cara melengkung, guna menghindari terjadi luka, yang mengakibatkan, terjadinya pembusukan. 

Yang perlu diperhatikan pada waktu penanaman adalah akar lekat dan tiap-tiap buku pada stek jangan sampai terbalik, harus menghadap pohon penunjang atau pohon panjatan. Apabila terbalik, maka setelah stek tumbuh tidak akan mau melekat pada pohon penunjang, karena akar pelekatnya berada di luar sehingga akan selalu melengkung keluar menjauhi pohon penunjang.

Setelah melakukan penanaman, tanah di sekitar stek tidak boleh menjadi kering, karenanya perlu ditutup dengan daun daun atau jerami dan jika perlu disiram setiap pagi dan sore hari. Bagian yang ditanam ke dalam tanah sepanjang tiga ruas/buku.
Ada 2 (dua) cara penanaman :
  • Penanaman dengan memakai pohon penunjang.
  • Penanaman dengan memakai pagar rambatan.

PEMELIHARAAN TANAMAN

Perambatan Tanaman Panili

Dalam jangka waktu 2-3 minggu setelah tanam, stek-stek sudah mulai berakar dan tunas-tunas muda mulai keluar. Bila dalam jangka waktu tersebut stek belum juga tumbuh, sebaiknya diganti saja dengan stek yang baru (disulam) agar diperoleh tanaman yang seragam.

Pengaturan Pohon Pelindung

*    Tindakan pengaturan pohon pelindung yang terutama di¬tujukan untuk :Memberikan tingkat penyinaran (cahaya matahari) yang cukup untuk semua tanaman.
*    Mempermudah/memperlancar sirkulasi peredaran udara dan pemeliharaan dalam pertanaman.
*    Mengatur kelembaban udara di sekitar tanaman panili terutama pada waktu musim penghujan.
*    Mempertahankan tingkat keteduhan tertentu selama musim kering/kemarau

Pemangkasan Tanaman Panili.

Perlakuan pemangkasan tanaman panili dimaksudkan untuk mengatur pertumbuhan vegetatif ke arah pertumbuhan genera¬tif yang lebih produktif. Atau dengan perkataan lain untuk mengatur tanaman panili agar tidak hanya menghasilkan cabang yang banyak, tetapi juga menghasilkan buah yang banyak.

Pemangkasan untuk tanaman panili ada 3 (tiga) macam pe-mangkasan, yang masing-masing mempunyai maksud dan cara pemangkasan yang berbeda-beda, yaitu: pemangkasan bentuk, pemangkasan produksi dan pemangkasan rejuvenasi (pemangkasan peremajaan).

Pemangkasan bentuk bertujuan untuk membentuk kerangka tanaman yang kuat dan seimbang. Pemangkasan produksi bertujuan untuk mempertahankan keseimbangan kerangka tanaman yang telah diperoleh melalui pemangkasan bentuk, guna mendorong pertumbuhan generatif. Pemangkasan re¬juvenasi bertujuan untuk mempermuda/meremajakan cabang/¬batang-batang yang telah tua.

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui google plus [g+] dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.


Budidaya Jambu Biji dan Cara Menanam Jambu Biji

Sebelum kita memulai melakuan budidaya jambu biji atau menanam jambu biji, sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu hal-hal apa saja yang harus diketahui tentang karakter tanaman buah tersebut, hal ini penting dilakukan karena akan berpengaruh terhadap hasil akhir dari proses budidaya tanaman ini.

budidaya, jambu, biji, cara menanam



Pohon jambu biji bisa tumbuh dengan baik di wilayah dengan curah hujan sebagai berikut:
  • 12 bulan basah, dan air tanah sedalam 50 cm hingga 10 meter.
  • 7-10 bulan basah, dan air tanah sedalam 50 cm hingga 2 meter.
  • 5-6 bulan basah, dan air tanah sedalam 50 cm hingga 2 meter.
Kondisi air tanah juga bisa dibentuk dengan proses pengairan yang baik. Posisi air tanah yang cukup dalam karena curah hujan yang kurang, dapat disiasati dengan irigasi dan pengairan yang tertata.

Faktor Geografis

Jambu biji bisa tumbuh di tepi pantai hingga wilayah pegunungan yang tingginya lebih dari 1.000 meter  di atas permukaan air laut.

Tanah

Jambu biji bisa tumbuh di tanah yang banyak mengandung pasir, hingga tanah yang berat. Tetapi, jambu biji akan tumbuh dengan subur di tanah yang cerul, banyak mengandung bahan organis, dan dapat menyerap air dengan baik.

Angin

Angin merupakan teman yang baik bagi jambu biji dalam proses persarian dan pembuahan. Pohon jambu biji yang batang dan rantingnya tergolong fiat dan kuat, mampu menahan tiupan angin yang kencang.

MENYIAPKAN BENIH JAMBU

Tanaman jambu biji bisa dikembangbiakkan dengan berbagai cara, bisa melalui biji, okulasi, cangkok, dan tunas akar. Pengembangbiakan dengan biji berisiko tidak sama dengan sifat pohon induknya, sementara pengembangbiakan dengan cangkok, okulasi, dan stek bisa menjamin tumbuhnya pohon yang sama kualitasnya dengan induknya.

Biji

Biji sebaiknya dipilih dari pohon yang paling bagus kualitasnya, baik dari segi produktivitas berbuah maupun mutu buahnya.

Setelah dikeluarkan daru buahnya, biji sebaiknya dibersihkan dan diangin-anginkan. Biji jangan sampai dijemur di terik sinar matahari, dan jangan disimpan lebih dari 24 jam agar daya tumbuhnya tidak menurun.
Biji jambu biji yang telah memenuhi syarat tanam bisa Iangsung ditebarkan di areal tanam atau di tempat persemaian terlebih dahulth,

Agar biji cepat turnbuh perlu disiram tiap pagi dan sore selama satu minggu. Biji mulai tumbuh setelah 20-30 hari. Jika biji yang disemaikan telah mencapai ketinggian 5 cm, maka bisa dilakukan seleksi dan penjarangan benih. Semai yang terbaik¬Iah yang harus dipilih dan dirawat.

Setelah mencapai ketinggian kira-kira 30-40 cm, semai sebaiknya segera dipindahkan ke keranjang. Pemindahan ke keranjang ini sangat dianjurkan untuk menjamin agar hidupnya semai di lapangan tinggi persentasenya. Semai yang dipindahkan ke keranjang sebaiknya pucuknya dipotong dan daunnya dipotong sebagian. Setelah 1-2 bulan di dalam keranjang, semai sudah dapat dipindahkan ke kebun atau areal tanam.

Okulasi

Untuk membuat okulasi diperlukan semai yank sudah berumur 15-18 bulan sebagai pohon pokok Selain itu, jugs diperlukan pohon induk yang unggu dan berkualitas yang telah berumur kira-kira 1 tahur untuk diambil cabangnya. Dari cabang ini nanti jugi akan dimanfaatkan "mata"-nya.

Sepuluh sampai lima belas hari sebelumnya pucuk cabang yang akan diambil matanya dipotoni dan dibuang daunnya. Cabang yang gundul, nant matanya akan membesar dan tampak sehat.

Langkah-Iangkah melakukan okulasi:

  • Menyayat kulit dari batang pokok.
  • Kulit yang disayat lalu dibuka
  • Kulit yang disayat dipotong sebagian.
  • Menyayat mata, lalu dilepaskan dari kayunya
  • Memasukkan mata di antara kulit dan kayu batang pokok hingga benar-benar pas, kemudian diikat.

Setelah berusia kira-kira dua minggu, okulasi lalu dibuka talinya. Jika matanya tampak hijau segar, berarti proses okulasi berjalan sukses. Sebaliknya, jika matanya tampak cokelat kehitaman dan kering, berarti proses okulasi gagal dan harus diulang lagi.

Cangkok

Jika okulasi hasilnya baru tampak setelah 2 tahun, maka cangkok siap ditanam setelah berusia 6 bulan.
Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam mencangkok:
  • Pilih cabang sebesar pensil atau Iebih sedikit.
  • Kupas kulitnya selebar dua kali diameter cabang, lalu kerok lendirnya.
  • Satu hari kemudian, tutup Iukanya dengan hu¬mus atau tanah basah yang dicampur pupuk kandang.
  • Balut keseluruhannya dengan plastik dan ikat erat-erat di atas dan di bawah pembalut.
  • Tusuk-tusuklah kantong plastik dengan jarum agar udara dapat keluar-masuk dari dalam cangkokan.
  • Setelah tumbuh akarnya dalam jumlah yang cukup banyak, cangkokan lalu dipotong. Pemotongan sebaiknya dilakukan saat cangkokan tidak mengeluarkan pucuk baru.
  • Lewtakkan lkranjang cangkokan di tempat yang teduh, dan siram 1 kali sehari.
Setelah 2-3 bulan kemudian, cangkokan siap ditanam.

Tunas Akar

Buka tanah di atas akar yang tumbuhnya mendatar. Pilihlah akar yang kira-kira sebesar kelingking atau lebih sedikit. Bila akar yang dipotong terlalu besar, akan sulit memindahkan tunas akarnya. Musim hujan adalah saat yang tepat untuk membuat tunas akar jambu biji.

Dengan teknik pemotongan akar, maka akan terbentuk tunas akar. Kadang lebih dari satu batang tumbuh di satu tempat. Jika telah mencapai ketinggian kira-kira 30 cm, tunas bersama sebagian akar induknya segera diangkat dan ditaruh di keranjang. Tunas akar sebaiknya diangkat bersama dengan akar serabutnya. Tanpa akar serabut, akar baru sulit terbentuk, dan pemotongan tunas akar akan sia-sia.

CARA MENANAM JAMBU BIJI

Saat yang paling baik untuk menanam jambu biji ialah pada permulaan musim hujan. Buatlah lubang tanam dengan ukuran 30 x 30 x 30 cm atau maksimal 50 x 50 x 50 cm. Jarak antar tanaman kira-kira 5 x 6 atau 8 x 8 meter. Areal tanam seluas satu hektar bisa ditanami kira-kira 100 pohon.

Lubang tanam sebaiknya diberi campuran pupuk kandang atau pupuk kompos dengan perbandingan: I 2 bagian tanah dan 1 bagian pupuk. Dapat juga ditambahkan pupuk buatan pabrik berupa Urea dan DS sebanyak 10-15 gram.

Bibit jambu biji, baik berasal dari biji, okulasi, cangkok, dan tunas akar, bila dibiarkan tumbuh secara alami, nanti dengan sendirinya akan membentuk cabang-cabang primer. Ujung batang pokoknya akan terus tumbuh ke atas.

Budidaya Alpukat dan Cara Menanam Alpukat

Tanaman alpukat bisa tumbuh dengan baik di dataran rendah hingga dataran tinggi, dibawah ini ada poin-poin penting yang harus diperhatikan apabila kita ingin memulai budidaya alpukat atau menanam alpukat.

Faktor lklim

budidaya, alpukat, cara menanam, tanaman alpukat meliputi sinar matahari, suhu udara, angin, dan hujan.
Untuk tanaman alpokat, intensitas penyinaran matahari tampaknya tidak menjadi persoalan yang pelik.
Karena tanaman alpokat bisa tumbuh di dataran rendah hingga dataran tinggi, maka is dapat mentolerir suhu udara yang agak panas maupun yang agak dingin.

Tanaman alpokat dapat tumbuh dengan baik di daerah yang curah hujannya sebagai berikut:

  • Tipe A    : 12 bulan basah dan 0 bulan kering.
  • Tipe B    : kurang dari 9 atau 12 bulan basah dan 1-2 atau 2-4 bulan kering.
  • Tipe C    : 5-6 bulan basah dan 5-6 bulan kering.

Yang dimaksudkan dengan bulan basah ialah bila curah hujan dalam bulan yang bersangkutan lebih dari 100 mm, dan dikatakan bulan kering jika ,lcurah hujannya kurang dari 100 mm.

Dengan curah hujan yang cukup, tanaman alpokat bisa hidup subur, meskipun air di tanah berada pada kedalaman 2 meter. Tetapi, dengan curah hujan yang rendah, tanaman alpokat hanya bisa hidup dengan baik bila air dalam tanah berada pada kedalaman 0,5-1 meter.

Faktor Tanah

Tanaman alpokat yang sedikit akar serabutnya, tidak akan mudah tumbuh dengan baik—khususnya berkaitan perakarannya—dalam struktur tanah yang padat. la juga tidak akan mudah tumbuh dalam tanah yang airnya selalu menggenang.

Tanaman alpokat cocok dengan tanah remah \, (cerul) dan tanah lempung pasir, meskipun tanahnya agak berat. Dalam tanah laterit dimana air hujan mudah dialirkan atau dibuang, tanaman alpokat masih bisa tumbuh dengan baik.

Tanaman alpokat tidak cocok untuk dibudida¬yakan dalam tanah yang berat dan air dalam tanahnya dangkal serta susah dibuang. Sebaliknya, tanah remah yang mengandung humus atau bahan organis merupakan tempat yang terbaik untuk tanaman alpokat.

Tanaman alpokat bisa dikembangbiakkan melalui biji maupun okulasi. Jika ditanam lewat biji, alpokat bisa berbuah dalam waktu 4-6 tahun. Jika kita sudah mempunyai pohon alpokat berkualitas baik, maka bibit dari biji bisa kita siapkan sendiri. Tetapi, jika tidak punya, kita bisa membeli dari toko pertanian atau lembaga pertanian yang terpercaya.

Biji yang akan kita tanam sebaiknya memenuhi persyaratan, antara lain:

  • Berasal dari buah yang benar-benar tua dan matang.
  • Berasal dari tanaman berkualitas baik, istimewa, bahkan unggul.

Penanaman Lewat Biji

Buatlah lubang tanam berukuran 30 x 30 x 30 cm, dan jarak antar Iubangnya sekitar 10-15 meter. Isi lubang tanam dengan pupuk kandang atau pupuk kompos, lalu campur dengan tanah yang berkualitas baik. Berilah ajir (sebilah bambu yang ditancapkan ke tanah) sebagai tanda.

Sebelum ditanam, biji harus dibuang dulu kulit tipisnya (kulit ari). Masukkan biji dan hadapkan bagian biji yang runcing ke atas (jangan sampai terbalik!) dengan ukuran 5-71/2 cm di bawah permukaan tanah. Tutuplah lubang tanam dengan tanah, tetapi jangan terlalu dipadatkan.

Untuk menjaga agar tanah tidak menjadi padat (karena hujan) ataupun menjadi kering (karena terik matahari), maka permukaan lubang tanam sebaiknya ditutup dengan dedaunan yang agak lebar.

Penanaman Lewat Okulasi

Bila menginginkan tanaman alpokat yang sesuai dengan sifat induknya yang baik, unggul, dan istimewa, maka kita bisa memakai metode okulasi. Cara ini kita tempuh bila ingin membuka kebun alpokat yang agak luas.
Sebelum menanam alpokat di lahan yang cukup luas, kita harus mengerti sifat beberapa jenis alpokat. Ada alpokat yang dapat berbuah dengan persarian sendiri, tetapi ada jugs yang baru bisa berbuah setelah ada proses persarian silang.

Bahan yang diperlukan untuk melakukan okulasi:

  • Persemaian alpokat yang berumur antara 8-10 bulan sebagai pohon pokok. Dalam proses okulasi nanti kita letakkan di bawah.
  • Dahan-dahan alpokat berumur 1 tahun yang sehat dan tampak jelas mata tunasnya, dalam proses okulasi nanti kita letakkan di atas. 

Untuk bagian ini pastikan tunas berasal dari jenis alpokat yang unggul, misalnya produktif berbuah, kualitas buahnya bagus, tahan terhadap hama serta penyakit, dan sebagainya.
Pastikan dua bibit yang akan kita okulasikan berasal dari induk alpokat yang baik, unggul, dan istimewa sehingga gabungan sifat dari keduanya bisa menghasilkan pohon "baru" yang semakin baik, sernakin unggul, dan semakin istimewa.

Untuk memeroleh bahan pokok batang bawah, kita memerlukan alpokat yang disemaikan lewat biji. Keunggulan pohon yang disemaikan lewat biji, antara lain:

  • Perakarannya lebih kuat.
  • Umurnya lebih panjang.

Langkah-Iangkah yang perlu dilakukan dalam persemaian tahap pertama:

  • Menyemaikan biji hingga berumur 2-3 bulan.
  • Jarak antar persemaian rata-rata 15 cm.
  • Bagian biji yang runcing dihadapkan ke atas.
  • Menanam biji kira-kira 5 cm di bawah permukaan tanah dan menutupnya dengan tanah yang baik untuk menghindarkan pengeringan pucuk biji.

 Membuat atap peneduh untuk tiap bedengan/ petakan.

Langkah-langkah melakukan okulasi:
  • Sayat kulit pohon pokok 10 cm di atas tanah. Lebar sayatan kira-kira 8 mm.
  • Lepaskan kulit dari kayunya, lalu tarik ke bawah sehingga membentuk Iidah.

Potong kulit hingga tinggal kira-kira 4 cm.

  • Sayat sebuah mata tunas dengan sedikit kayu¬nya dari cabang mata.
  • Lepaskan kayunya perlahan-lahan tanpa merusak mata.
  • Masukkan kulit yang bermata di antara kayu dengan kulit lidah dan tutupkan kembali. Usahakan jangan sampai mata tertutup.
  • Balut dengan pita plastik erat-erat.

Cara-cara membentuk bibit pohon alpokat yang sedang diokulasi:

  • Potong batang okulasi hingga tinggal 70 cm.
  • Saat mau memotong, tunggu dulu hingga pucukt, sedang berhenti pertumbuhannya.
  • Pelihara tiga cabang untuk pembentukan "frame dasar".

PEMUPUKAN

Menu pupuk buatan untuk fanamarialpokat7 berumur 5 tahun adalah sebagi berikut:
  • Pupuk ZA sebanyak 56 — 280 kg per hektar.
  • Pupuk DS sebanyak 60 — 280 kg per hektar.
  • Pupuk ZK sebanyak 22 — 112 kg per hektar.
Adapun, menu pupuk untuk tanaman alpokat berumur lebih dari 5 tahun adalah sebagai berikut:
  • Pupuk ZA sebanyak 450 — 900 kg per hektar.
  • Pupuk DS sebanyak 200 — 400 kg per hektar.
  • Pupuk ZK sebanyak 225 — 335 kg per hektar.

Wednesday, 14 August 2013

Cara Menanam Sirsak atau Budidaya Buah Sirsak

Buah sirsak ternyata tidak hanya enak dan segar untuk dimakan, tetapi bagi sebagaian orang sirsak sering dijadikan obat herbal atau alami, walaupun buah ini termasuk buah yang biasa-biasa saja namun kandungan gizi di dalamnya cukup banyak, mulai dari kulit, buah, daging buah, biji buah, dan inti buah semuanya mengandung karbohidrat.

cara, menanam, sirsak, budidaya, buah, sirsak











Dengan kandungan seperti itu banyak orang yang tertarik untuk menanam sirsak atau budiddaya buah sirsak untuk dikomersilkan, karena permintaan masyarakat indonesia terhadap buah yang satu ini cukup lumbayan tinggi.

dibawah ini ada langkah-langkah atau tahapan cara menanam sirsak atau budidaya buah sirsak seccara singkat. walaupun demikian tetapi langkah di bawah ini bisa membantu apabila kita ingin memulai menanam sirsak.

Syarat Tumbuh

Sirsak merupakan jenis yang paling tidak bandel tumbuhnya di antara jenis-jenis Annona lainnya dan memerlukan iklim tropik yang hangat dan lembap. Tanaman ini dapat tumbuh pada ketinggian sampai 1000 meter di atas permukaan laut dan meluas sampai ke 25° LS pada lahan yang ternaung.

Pertumbuhan dan pembungaannya sangat terhambat oleh turunnya udara dingin, hujan salju yang ringan saja sudah dapat membunuh pohon sirsak. Musim kering dapat mendorong luruhnya daun dan menyelaraskan pertumbuhan memanjang dan pembungaan dalam batas-batas tertentu. Hasil panen dapat lebih tinggi pada cuaca demikian, asalkan kelembapan yang tinggi berlangsung selama periode pembentukan buah. 

Ada indikasi bahwa untuk Annona sp. lainnya, baik kelembapan yang sangat tinggi maupun sangat rendah, dapat merusak pembentukan buah. Jika kelembapan cenderung rendah, dianjurkan untuk memberikan naungan agar transpirasi dapat dikurangi (juga karena pohon sirsak dangkal perakarannya).

Sebagian besar tipe tanah cocok untuk tanaman ini, tetapi drainasenya harus baik, sebab pohon sirsak tidak tahan terhadap genangan air.

Pohon sirsak dapat diperbanyak dengan klon, terutama melalui berbagai teknik penempelan dan penyambungan pada batang bawah yang diperbanyak dengan semai, seperti dipraktikkan di berbagai wilayah Amerika, misalnya di Kolumbia dan Venezuela. Akan tetapi, sirsak umumnya ditumbuhkan dari benih. 

Semai dapat dipakai, sebab populasi yang tumbuh cukup seragam dan benih dari kultivar manis, misalnya, pada umumnya bersifat sama dengan induknya, serta karena fase yuananya hanya berlangsung 2-4 tahun. Benih dapat ditanam lang¬sung di ladang atau disemaikan dahulu di persemaian. Setelah 20-30 hari, 85-90% dapat berkecambah dan semai itu dapat dipindahkan ke lapangan setelah 6-8 bulan.

Pemotongan separuh daun dan kadang-kadang perompesan daun diperlukan untuk memindah tanamkan semai yang sebelumnya tidak ditumbuhkan dahulu dalam wadah. Jarak tanam di kebun buah sebaiknya antara 3 m x 4 m dan 4 m x 6 m. 

Berkat kecilnya ukuran pohon dan cepatnya berbuah, sirsak dapat ditanam sebagai tanaman sela di antara pohon buah-buahan yang lebih besar, seperti mangga, avokad, dan kecapi. Jika tanaman utamanya membutuhkan ruangan, pohon sirsak dapat ditebang.

Pemeliharaan Lahan

Lahan di sekitar pangkal pohon sirsak sebaiknya terbebas dari gulma atau ditutup oleh mulsa untuk menghindari dehidrasi dari perakarannya yang dangkal itu pada musim kemarau. Sirsak toleran terhadap keadaan tanah yang kering, tetapi pohonnya akan meluruhkan terlalu banyak daun jika mengalami kekeringan yang berkepanjangan; dalam situasi demikian pohon sirsak akan tertolong dengan pengairan tambahan.

Pemupukan dengan pupuk kandang dan atau NPK dalam dosis kecil beberapa kali dalam setahun dapat mendorong pertumbuhan dan pembuahan, tetapi tidak diperoleh data kuantitatif mengenai kebutuhan pupuk atau banyaknya pupuk daun yang dianjurkan. Pohon sirsak biasanya dapat mencapai bentuk yang memuaskan, tetapi dalam beberapa kasus diperlukan usaha sedini mungkin membatasi pohon itu hanya berbatang tunggal, yaitu dengan cara memotong cabang-cabang yang akan menyainginya.

Tunas air (water sprout), cabang-cabang yang tumpang-tindih dan bergerombol juga harus dibuang. Kurang baiknya penyerbukan kiranya merupakan faktor pembatas utama dalam jumlah hasil. Untuk mengatasi kendala ini dianjurkan untuk melakukan penyerbukan dengan tangan. Akan tetapi, hal ini jarang dilakukan dan hanya dapat berlangsung jika ada masa pembungaan yang jelas.

Hama dan Penyakit

Selama vigor pohon dapat dipertahankan, kerusakan serius yang disebabkan oleh penyakit dan hama umumnya terbatas pada buah saja.
Antraknosa (Colletotrichurn gloeosporioides) merupakan penyakit utama pada sirsak di daerah yang lembap. Penyakit busuk buah antraknosa ini bisa ditanggulangi apabila kita bisa mendeteksinya sejak
dini. Bila kebusukan sudah menyebar, buah sirsak terpaksa dimusnahkan.

Gejala serangan:

Gejala serangan awal berupa bercak cokelat kehitaman pada permukaan buah, kemudian buah menjadi busuk lunak.
Pengendalian:
•    Perlakuan seed treatment sejak tanaman masih berupa bibit
•    Sanitasi gulma dan buah yang terserang penyakit busuk buah supaya tidak menular
•    Selektif dalam menanam benih yang bebas pathogen
•    Pergiliran tanaman
•    Perbaikan drainase
•    Pemanfaatan mikroba Pseudomonas Flourencens dan Bacillus subtilis untuk memerangi busuk buah pada sirsak

Akibat yang ditimbulkan oleh serangan antraknosa:

Produksi buah sirsak dapat menyusut sekali karena bunga dan buahnya terserang penyakit sehingga menjadi busuk atau keriput; selanjutnya penyakit ini juga mengganggu buah, daun, batang, dan pematangan buah.

Di Hindia Barat ada anjuran agar diadakan seleksi terhadap kemam¬puan pembentukan buah dalam kondisi lingkungan yang lembap. Jika terjadi musim kemarau, ada kemungkinan untuk mempercepat pembungaan dan pembentukan buah agar terhindar dari periode kelembapan yang tinggi. 

Penyakit busuk cokelat batang (Corticium sp.) menyerang pohon sirsak dan menyebabkan busuknya cabang dan mungkin membunuh pohonnya juga. Pembersihan yang maksimal menjelang akhir musim kemarau, termasuk pembakaran bagian-bagian pohon yang terserang, dapat membantu menahan penyakit pada musim hujan berikutnya.

Kutu perisai seringkali menyerang pohon sirsak pada bagian daun. Kutu ini biasanya berkoloni dengan membentuk barisan di bagian tu¬lang punggung daun. Sesuai namanya, kutu ini memiliki bentuk fisik seperti perisai pada bagian punggungnya. Untuk mengatasi serangan kutu perisai dapat menggunakan insektisida sistemik dengan bahan a ktif acephate.

Masih ada lagi hama lain yang kerap menyerang tanaman sirsak, yaitu kutu bubuk (Dysmicoccus brevipes). Kutu ini menyebabkan akar tanaman berhenti tumbuh, membusuk, dan tanaman menjadi layu. Serangan penyakit ini ditandai dengan ujung daun yang menjadi kuning kemerahan. Kutu bubuk dapat bergerombol dalam jumlah yang sangat banyak pada buah sirsak. Pestisida diazinon dan malathion dapat membantu mengurangi serangan kutu ini.

Selain kutu, semut dan lalat juga merupakan jenis serangga pengganggu tanaman buah. Semut dapat diberantas dengan baik, musuh-musuh alaminya akan mampu menanggulangi hama ini. 

Buah dapat dibungkus untuk menghindari kerusakan yang disebabkan oleh lalat buah. Semut paling takut rasa asam. 

Cara mengusirnya adalah dengan mengiris jeruk nipis jadi dua, peras, dan teteskan di sepanjang jalur yang dilalui semut. 

Oleskan juga bagian daging buah jeruk nipis pada jalur yang dilalui semut. Ini merupakan cara penanggulangan yang bebas racun, tanpa pencemaran, dan aman. Untuk lalat buah dan serangga pengganggu lainnya, Anda bisa mengatasinya dengan menyemprotkan obat antiserangga.

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui google plus [g+] dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.



(Sumber Buku: Dahsyatnya khasiat Sirsak untuk banyak penyakit yang mematikan, Penuli: Wulan Joe)

Tuesday, 12 February 2013

Budidaya Teh dan Cara Menanam Teh

Untuk melakukan penanaman teh yang cukup banyak, dalam artian kita ingin membudidayakannya teh dengan tujuan komersil, maka kita sebelumnya harus mengetahu tentang karakter tanaman yang satu ini, supaya dalam proses budidaya teh atau menanam teh tidak terjadi kesalahan yang patal yang mengakibatkan kerugian.

budidaya teh, cara menanam ten, cara budidaya teh

Ada beberapa hal yang dapat menunjang untuk memaksimalkan budidaya teh atau menanam teh ini, seperti iklim, tanah, pembibitan, penanaman, hama dan penyakit, pemeliharaan, pemetikan, pengolahan dan ada beberapa hal lain yang dapat memaksimalkan budidaya teh ini.

Di postingan kali ini, kita akan membahas secara singkat hal yang terpentingnya saja, bagaimana cara budidaya teh atau cara menanam teh yang baik supaya hasilnya mendapatkan hasil yang maksimal. Hal-hal yang cukup penting diperhatikan yaitu:

Iklim

Pohon teh walaupun dapat ditanam di dataran rendah hal ini kurang baik dibanding tanaman teh yang ditanam di dataran tinggi. Karena pohon teh sangat membutuhkan curah hujan yang cukup tinggi, yaitu, rata-rata per tahunnya 2000 mm – 2500 mm, sedangkan untuk musim kemarau berkisar 100 mm.

Walaupun pohon teh sangat baik ditanam di dataran tinggi tapi perlu diketahui, apabila pohon teh ditanam didataran yang terlalu tinggi maka hasilnya kurang maksimal, pertumbuhannya akan terhambat (lambat). Jadi untuk ketinggian usahakan pada posisi 800 – 1100 m dpl. Jangan sampai melebihi 1200 m dpl. Temperature yang baik untuk tanaman teh yaitu berkisar 14° - 25°C.

Tanah

Factor tanah dalam pertumbuhan tanaman teh sama halnya dengan tanaman lain, yaitu sesuatu yang sangat penting, karena itu sifat tanah harus yang subur, gembur, dapat meresap air sampai dalam, dan sirkulasi air lancar.
Untuk mendapatkan media tanam seperti itu kita harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
  1. Mengadakan terasering pada tanah yang cukup curam.
  2. Padatanah yang tidak terlalu curam bisa ditanam jenis-jinis pupuk hijau berderet rapat menurut tranche diantara deretan tanaman poko.
  3. Membuat rorak-rorak dengan maksud supaya air yang mengalir di permukaan tanah dapat ditampung dan untuk selanjutnya melalui rorak itu masuk ke dalam tanah. Dengan demikian maka air yang mengalir di dalam tanah tak akan mengakibatkan erosi.
  4. Kemudian penanaman pohon jenis leguminosa yang berbentuk pohon dapat pula memperbaiki phisik dari tanah. Karena pohon ini perakarannya dapat menembus kedalam tanah sampai jauh.

Pembibitan

Untuk mendapatkan bibit teh yang baik, kita bisa mendapatkannya dari perkebunan-perkebunan pemerintah ataupun dari  para petani teh. Tetapi bisa juga kita bibitkan sendiri dengan cara membiarkan tanaman yeh hidup dengan rimbun tanpa dipoyong, nantinya akan mengeluarkan biji yang bisa kitaambil untuk pembibitan.

Biji-biji teh harus disortir sebelum dijadikan bibit, biasanya biji yang jelek seperti biji bekas diserang kepik biji dengan ciri permukaan biji berbintik-bintik dengan warna coklat muda, dan keadaan biji yang telah lapuk atau busuk karena diserang jamur atau karena bekas luka-luka.

Bedengan Teh

Penanaman biji yang telah retak  dibedengan harus berjarak 4 x 4 cm, penanaman dengan jarak itu bertujuan supaya akar dari bibit teh tidak melengkung. Cara penanamannya : biji ditanam menghadap kebawah. Pemberian pasir yang agak tebal dengan maksud agar akar-akar dapat tumbuh dengan baik dan menyusun. Setelah akarnya tumbuh 3 sampai 5 cm, maka kecambah itu lalu kita pindahkan ke persemaian.


Persemaian

Sebelum bibit ditanam dikebun kita tanam terlebih dahulu di persemaian, biasanya jarak  tanam bibit dipersemaian 15 x 20 cm atau 20 x 20 cm, apabila bedengan memiliki lebar 100 cm maka bedengan tersebut cukup 4 baris.
Cara  Penanaman Di Kebun
  1. Buat lobang dengan ukuran 50 x 60 x 60 cm, tanah lapisan bawah dan lapisan atas dipisahkan. Lobang tersebut kita gali bukannyya di anjir, akan tetapi diantara anjir satu dan yang lainnya, dengan demikian anjir masih berada ditempat masing-masing.
  2. Menggali lobang yang telah dianjiri terlebih dahulu, bila tanah yang akan dilobangi itu telah diberi tanda, setelah itu baru anjirnya disingkirkan, akan tetapi sewaktu akan menanami lobang itu, kembali kita harus mengajiri lagi supaya penanamannya dapat lurus.
  3. Penggalian lobang tiap kali melangkah 1 anjir, tempat anjir yang dilangkahi sementara tidak dilobangi dan kemudian lobang itu ditanami, untuk meluruskan barisan-barisan tanaman itu mudah dikerjakan karena sebagian dari anjir masih ada.

Bibit yang suddah siap lalu ditanam di tempat bekas anjir. Setelah masuk timbun kembali bibit dengan tanah bekas bongkaran kedalam lobang lagi, lalu tanah ditekan-tekan supaya memadat.
Jarak tanam dari setiap perkebunan berbeda-beda, namun untuk idealnya kita ambil jarak tanam dengan ukuran sebagai berikut : 120 x 150 cm, 130 x 140 cm, atau 125 x 125 cm. sebab dengan penanaman jarang seperti itu maka pohon teh akan lebih kuat lagi menahan serangan musim kemarau yang agak panjang.

Jumlah tanaman yang menggunakan jarak tanam seperti itu biasanya 5.000 – 6000 batang/ha. Apabila menggunakan jarak rapat 10.000 – 12.000 batang/ha.

Pemeliharaan

Tanaman yang sudah kita tanam harus dipelihara supaya dapat tumbuh dengan optimal.Ccara-cara tersebut dibagi menjadi tiga bagian:
  1. Pemeliharaan terhadap pohon teh itu sendiri
  2. Pemeliharaan terhdap pohon pelindung
  3. Pemeliharaan tanah
Untuk pemeliharaan pada poho teh kita bagi menjadi 3 langkah:
  1. Pemangkasan pada pohon-pohon teh dan perawatan luka-luka bekas pangkasan.
  2. Pengambilan hasil atau cara memetiknya hingga mendapatkan hasil yang sebanyak-banyaknya tanmpa mempengaruhi keadaan dan kondisi pohon itu sendiri.
  3. Menjaga pohon teh supaya tidak terserang penyakit atau hama. Apabila ada yang terserang segera berantas atau obati.