Tuesday, 11 December 2012

Budidaya Bawang Merah dan Cara Menanam Bawang Merah Tahap Pemeliharaan Tanaman

Setelah sebelumnya kita membahas Cara Penanaman Bawang Merah, selanjutnya kita membahas pemeliharaan tanaman bawang merah. Salah satu usaha untuk meningkatkan hasil budidaya bawang merah adalah pemeliharaan tanaman, tahapan-tahapn untuk pemelihraan tanaman pada bawang merah diantaranya, penyiraman, penyiangan, penggemburan tanah, pemupukan, dan penegendalian hama penyakit.
  • Penyiraman

Penyiraman tanaman bawang merah setelah proses penanaman selesai, dilakukan setiap hari sampai daun pertama tumbuh. Waktu penyiraman dilakukan pagi dan sore hari. Jadi, proses penyiraman dilakukan sehari dua kali.

budidaya,bawang, merah, cara, menanam, tanam

Setelah tanaman bawang merah berumur 50 hari, penyiraman dilakukan cukup dilakukan satu hari sekali. Menyiram tanaman bawang merah sebaiknya tidak terlalu basah, karena kalu terlalu banyak air, tanah bisa menjadi padat yang mengakibatkan  pertumbuhan tanaman terganggu dan dapat juga terjadi pembusukan.
  • Penyiangan dan penggemburan tanah

Agar tidak bersaing dengan tanaman penggangu atau gulma, lahan bawang merah harus selalu disiangi untuk membuang semua gulma. Proses penyiangan dapat dilakukan bersamaan dengan penggemburan tanah.

Penyiangan dilakukan dengan mencbuti semua gulma baik secara langsung oleh tangan, maupun dengan menggunakan alat bantu. Proses penyiangan harus dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak perakaran tanaman bawang merah.

Biasanya, penyiangan dilakukan dua kali selama pertumbuhan bawang merah. Penyiangan pertama dilakukan pada saat tanaman berumur 2 – 4 minggu, sedangkan penyiangan kedua dilakukan saat tanaman berumur 5 – 6 minggu. Namun, frekuensi penyiangan tergantung pada pertumbuhan gulma.
  • Pemupukan

Pemupukan pada bawang merah dapat dilakukan dengan pupuk alami atau buatan. Pemupukan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dilakukan sebelum penanaman, sedangkan tahap kedua dilakukan setelah penanaman. Pemupukan tahap pertama biasanya menggunakan kompos atau pupuk kandang sebanyak 10 – 15 ton per hectare.

Pemberian pupuk alami sebelum penanaman dimaksudkan agar struktur tanah tidak mudah memadat, untuk menyuburkan tanah, dan meningkatkan  kemampuan tanah dalam mengikat air. Pupuk susulan diberikan dengan cara menaburkannya diantara baris tanaman, atau dibenamkan pada tanah dengan jarak 10 cm dari tanaman.

  • Pengendalian hama dan penyakit

Pengendalian hama dan penyakit tanaman merupakan sesuatu hal yang penting dalam budidaya tanaman bawang merah. Hama dan penyakit dapat menyerang seluruh bagian tanaman, mulai dari akar, batang, dan daun.

Hama yang menyerang tanaman bawang merah, antara lain ulat daun dan cendawan, kedua hama ini sering menyebabkan ujung daun terpotong dan daun menjadi terkulai. Ulat dari hama ini dapat merusak umbi yang disimpan di gudang. 

Untuk mencegah hama-hama tersebut, digunakan obat pembasmi serangga Bayrusil 250 EC atau Azodrin 15 WSC. Dosis yang digunakan adalah 2 ml/l air.
Penyakit yang menyerang tanaman bawang merah adalah bercak ungu yang disebabkan oleh jamur. Penyakit ini sangat ditakuti oleh petani bawang merah. Gejala yang terlihat akibat serangan penyakit ini ialah adanya bercak-bercak putih kelabu pada daun yang akan berubah menjadi cokelat dan mongering.

Dari daun, penyakit ini akan berair, berubah kekuning-kuningan, dan akhirnya menjadi cokelat kehitaman. Untuk mencegah penyakit ini, tanaman bawang merah harus disemprot oleh Difolatan 4F.

Budidaya Bawang Putih dan Cara Menanam Bawang Putih dengan Tahap Pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman

Pada postingan sebelumnya  dengan judul Budidaya Bawang Putih Dengan Tahap Cara Menanamnya kita membahas  langkah-langkah  penanaman dari mulai waktu tanam, bibit, pengolahan tanah, dan teknik penanaman. Nah di catatan kali ini kita akan membahas pemeliharaan tanaman

Untuk menghasilkan bawang putih seperti yang diharapkan, tentu perlunya pemeliharaan pada tanaman tersebut. Pemeliharaan yang harus dilakukan pada tanaman bawang putih diantaranya : penyiraman, penyiangan, penggemburan tanah, pemupukan, dan pengendalian hama penyakit.

Budidaya, bawang, putih, caara, menanam, bawang, putih

        •  Penyiraman

Walaupun tanaman bawang putih tidak menyukai tanah yang becek namun tanaman ini sangat membutuhkan banyak air, terutama pada saat pembentukan umbi. Biasanya untuk memulai melakukan budidaya bawang putih yaitu pada saat musim kemarau. Dengan demikian pengairan sangat perlu untuk dilakukan.

Agar tanah yang berada di sekitar tanaman tidak mengalami kebecekan maka penyiraman bisa menggunakan embrat atau dengan menggenangi saluran air atau parit.

Frekuensi penyiraman perlu diperhatikan supaya tanaman tidak kekurangan air dan tidak juga sampai becek. Pada awal penanaman tanah diusahakan tetap basah selama 2-3 hari. Jika tanaman telah tumbuh dengan baik, pemberian air dapat dikurangi, dengan tempo seminggu sekali. Setelah umbi telah terbentuk, pengairan dapat dilakukan sepuluh hari sekali. Namun demikian, yang harus diperhatikan dalam pengairan ialah penyesuaian dengan kebutuhan dan memperhatikan kondisi.

        •    Penyiangan dan penggemburan tanah

Penyiangan ialah mencabut atau membuang gulma. Penyiangan dilakukan untuk menghindari tumbuhan pengganggu atau gulma. Seperti rumput yang tumbuh disekitar tanaman apabila tidak dibersihkan maka dia akan menggambil makanan bawang putih yang sebelumnya kita berikan pada tanaman tersebut. Untuk itu gulma yang tumbuh disekitar tanaman harus segera dibuang.

Selain pembuangan gulma, yang perlu dilakukan berikutnya yaitu penggemburan tanah. Biasanya tanah yang terlalu sering tertimpa air, baik air hujan maupun air siraman akan cepat memadat, dan hal itu akan menghambat sirkulasi udara. Pemadatan tanah tentunya akan berdampak pada terganggunya umbi bawang putih.

Pembersihan gulma bisa dilakukan sekaligus penggemburan tanah, cuma yang harus diperhatikan jangan sampai akar dari tanaman terganggu, penyiangan cukup dilakuakn dua kali semasa tumbuh bawang.

        •    Pemupukan


Untuk menjaga hasil bawang yang optimal maka perlu dilakukan pemupukan. Karena kalau mengandalkan unsure hara yang ada di dalam tanah belum tentu mencukupi bagi pertumbuhan bawang putih.

Unsure hara yang ditambahkan ialah nitrogen (N), kalium (K), dan fosfat (P). pemberian pupuk dilakukan dua tahap. Tahap pertama diberikan sebelum penanaman, dan tahap kedua diberikan  setelah penanaman.

Jenis pupuk yang diberikan bisa berupa alami, seperti kompos, pupuk kandang, atau puppuk buatan, pemberian pun bisa dikombinasikan antara alami dan buatan. Namun untuk pemberian puppuk alami biasanya dilakukan pada tahap pertama.

        •    Pengendalian hama dan penyakit

Seperti halnya tanaman lain, bawang putih pun tidak luput dari serangan hama dab penyakit. Bahkan penyeranga pada bawang putih  bisa seluruh bagian tubuhnya terkena, dari mulai akar, umbi, batang, dan daun. Diantara banyaknya hama, kutu paling sering menyerang tanaman ini. Untuk menanggulanginya dengan penyemprotan pestisida, misalnya Tamaron dan Folidol. Penyakit yang sering menyerang tanaman bawang putih ialah bercak daun, embun upas, dan cendawan. Pemberian pestisida Diathene M-45 0,2-0,3% dapat mengatasi penyakit ini.

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui google plus [g+] dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.

Budidaya Bawang Putih dan Cara Menanam Bawang Putih

Ada beberapa tahapan yang harus dilakukan agar budidaya bawang putih dapat berhasil dengan maksimal. Tahapan-tahapan yang perlu diperhatikan diantaranya, yaitu : waktu tanam, bibit yang akan di tanam, pengolahan tanah, teknik menanam, dan pemeliharaan tanaman.

Budidaya, bawang, putih, cara, menanam,

Waktu tanam

Waktu tanam bawang putih sebaiknya dilakukan pada saat menjelang musim kemarau tiba, walaupun bawang putih memerlukan air yang banyak dalam kelangsungan hidupnya, namun kondisi tanah yang terlalu becek kurang baik bagi perkembangan bawang putih.

Maka diusahakan penanaman bawang putih sebaiknya pada bulan April sampai Juni, dimana bulan-nulan tersebut sudah memasuki musim kemarau.

Pemilihan bibit yang akan ditanam

Pemilihan bibit yang berkualitas sangat penting, karena hasil dari bibit yang berkualitas akan memberikan hasil yang maksimal. Untuk mendapatkan bibit yang berkualitas biasanya para petani bawang putih memilih dua cara.

Pertaman, dengan cara membeli bibit, dengan cara ini pemilihan bibit cukup efektif dari segi waktu tidak harus menanam bibit sendiri yang membutuhkan waktu. Jika membeli bibit yang perlu diperhatikan adalah  ukuran umbinya, pilihlah ukuran umbi yang kecil atau yang sedang, selain harganya relative lebih murah penanganannya pun lebih mudah. Dan satu hal yang perlu diperhatikan dalam membeli bibit yaitu pilih yang sudah bersertifikat karena kualitasnya terjamin.

Kedua, dengan bibit sendiri, pada pilihan kedua ini yang perlu diperhatikan adalah pilih bibit yang berasal dari pertumbuhan tidak cacat, sehat, normal, dan bebas penyakit.

Untuk bibit sendiri, sebaiknya gunakan tempat khusus untuk menanam, jangan sampai tercampur dengan tanaman yang akan dikonsumsi. Jarak yang ideal untuk bibit ini yaitu 10cm x 10cm. dengan jarak tanam tersebut akan menghasilkan umbi bawang putih berukuran sedang yang lebih tinggi  dan berjumlah lebih banyak.

Kebutuhan bibit untuk budidaya bawang putih tergantung luas area, ukuran bibit, dan jarak tanam. Jika jarak tanam yang dibuat antara 10-15cm, maka bibit yang dibutuhkan ±600.000 buah suing setiap hectare. Jika setiap suing beratnya 3 gram, bibit yang dibutuhkan sekitar 1.350-1.400 kg bawang putih setiap hectare.

Pengolahan tanah

Untuk mendapatkan hasil yang baik, pengolahan tanah yang akan ditanami bawang putih sangat penting supaya bawang yang ditanam tumbuh dengan subur. Pengolahan tanah yang harus dilakukan, meliputi penggemburan tanah, pembuatan bedengan, pengapuran tanah, terutaman untuk tanah yang bersifat asam, dan pemberian pupuk dasar.

Penggemburan tanah. Tanaman bawang putih akan dapat tumbuh dengan baik apabila tanahnya gembur. Penggemburan bisa dilakukan dengan cangkul, bajak, atau traktor. Setelah itu siap dibuat bedengan-bedengan.

Pembuatan bedengan. Hal pertama yang harus dilakuakn untuk pembuatan bedengan ialah dengan menggali tanah untuk parit atau saluran air. Ukuran dan kedalaman saluran sekitar 40 cm. tanah galian dari parit, disimpan di kiri kanan parit, dan digunakan untuk membuat bedengan. Panjang bedengan biasanya sekitar 300 m dengan lebar 80 cm dan tinggi 15-30 cm.
  •  Pengapuran

Pengapuran dilakukan bagi tanah yang sifat keasamannya cukup tinggi. Untuk memastikan apakah tanah perlu ditambah kapur atau tidak, perlu dilakukan pengukuran keasaman tanah dengan alat pHmeter.

Kapur yang dipakai adalah kapur karbonat, kapur yang berasal dari batu kapur yang langsung digiling tanpa melalui proses pembakaran. Waktu yang baik untuk pengapuran tanah dilakukan 2-4 minggu sebelum dilakukan penanaman. Dan pemberian kapur sebaiknya dilakukan pada saat tidak terjadi hujan.
  •  Pemberian pupuk dasar

Sebelum dilkaukan penanaman perlu dilkakukan pemupukan terlebih dahulu, pemupukan dasar ini dilakukan sebelum dilakukan penanaman sekitar seminggu sebelum ditanami.

Teknik menanam


Cara menanam bawang putih, umbi bawang putih yang akan ditanam terlebih dahulu dipipil atau dipecah, untuk mempermudahnya umbi dijemur selama beberapa jam. Sebelum ditanami bedengan dibasahi terlebih dahulu, kemudian bibit yang berupa suing ditanam dilubang yang telah dipersiapkan. Lubang tanam jangan terlalu dalam supaya suing tidak terbenam semuanya, kedalaman suing yang ditanam sekitar 3-4 cm, agar tidak mudah busuk dan tidak mudah rebah.

Posisi suing harus tegak lurus dan ujung suing menghadap ke atas, kalau terbalik tanaman akan tumbuh tidak sempurna. Setelah selesai penanaman kemudia permukaan tanah ditutupi dengan jerami untuk menjaga kondisi permukaan tanah.

Pemeliharaan tanah
  •     Penyiraman
  •     Penyiangan danpenggemburan tanah
  •     Pemupukan
  •     Pengendalian hama dan penyakit

untuk penjelasan point-point yang terdapat dalam pemeliharaan tanah diatas, akan dibahas di postingan berikutnya dengan judul Budidaya bawang putih pada tahap pemeliharaan

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui google plus [g+] dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.

Monday, 10 December 2012

Budidaya Bawang Merah dan Cara Menanam Bawang Merah

1. Lingkungan pertumbuhan

Agar dapat tumbuh dengan baik, tanaman bawang merah harus di tanam pada kondisi lingkungan yang cocok. Tanaman bawang merah paling menyukai daerah yang beriklim kering, suhu udara yang agak panas, tempat terbuka atau cukup terkena sinar matahari, dan tidak berkabut. Daerah yang berkabut kurang baik terhadap pertumbuhan tanaman bawang merah karena dapat menimbulkan penyakit. Selain itu, daerah yang terlindung dapat menyebabkan pembentukan umbi bawang merah tidak maksimal.

budidaya, bawang, merah, dan, cara, menanam, bawang, merah
Tanaman bawang merah dapat di tanam di dataran rendah maupun dataran tinggi dengan ketinggian antara 0-1.000 meter di atas permukaan laut. Namun, tanaman bawang merah lebih menyukai daerah dataran rendah dengan ketinggian 0-400 di atas permukaan laut.

Pertumbuhan paling optimal terjadi pada ketinggian 0-30 meter di atas permukaan laut. Karena pada ketinggian ini, tanaman bawang merah menghasilkan umbi yang paling baik. Pada ketinggian 800-900 meter di atas permukaan laut, tanaman bawang merah dapat tumbuh meskipun pertumbuhannya kurang baik dan pembentukan umbinya terhambat.

Suhu yang paling cocok untuk budidaya bawang merah ialah antara 25-32 °C. Jika tanaman bawang merah di tanam pada suhu 22 °C, tanaman  tanaman akan sulit berumbi atau bahkan tidak dapat membentuk umbi.


Secara umum tanah yang baik untuk di Tanami bawang merah ialah tanah yang subur, gembur, banyak mengandung bahan organic atau humus, mempunyai sirkulasi udara yang baik, dapat dengan mudah mengalirkan air, aerasi baik, dan tidak becek.

Tanah yang subur dan gembur dapat mempermudah pertumbuhan umbi bawang merah sehingga umbi yang muncul berukuran besar-besar. Tanah yang bersipat asam tidak baik untuk pertumbuhan bawang merah sehingga perlu di lakukan pengapuran. Proses pengapuran di lakukan sebelum lahan di Tanami bawang merah. Pengapuran sebaiknya dilakukan beberapa hari sebelum penanaman dilakukan.

2. Tahap Penanaman

Untuk menghasilkan umbi bawang merah yang mutu dan jumlahnya baik, diperlikan teknik penanaman yang benar dan tepat. Untuk itu, sebelum menanam kita harus mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan penanaman, seperti kapan sebaiknya penanaman dilakukan, bagaimana cara mengolah tanah dan mempeoleh bibit, bagaimana menanam tanaman, dan bagaimana pemeliharaannya. Berikut ini akan dijelaskan langkah-langkah penanaman bawang merah.
  •     Waktu tanam
Tanaman bawang merah tidak menyukai tempat-tempat becek yang mengandung air. Namun, bawang merah sangat membutuhkan banyak air untuk pertumbuhannya,terutama saat pembentukan umbi. Oleh karena itu, waktu tanam yang paling baik untuk menanam bawang merah ialah pada musim kemarau. Akan tetapi, harus dilengkapi dengan system pengairan yang baik agar tanaman bawang merah tidak kekurangan air. Penanaman bawang merah dapat di lakukan pada bulan April-Oktober, karena pada bulan-bulan tersebut sedang mengalami musim kemarau.

Penanaman bawang merah sebaikny di lakukan pada saat cuaca sedang cerah. Hindarilah penanaman bawang merah pada masa pergantian musim atau musim pancaroba, karena pada saat itu sering terjadi angin kering. Angin kering dapat menyebabkan daun tanaman bawang merah menjadi patah dan ujung-ujung daun tampak seperti terbakar. Hindari juga menanam bawang merah pada saat berkabut yang biasa terjadi di daerah-daerah dataran tinggi. Udara yang berkabut dapat menyebabkan timbulnya penyakit yang di sebabkan oleh jamur.
  •     Pemilihat bibit
Pada umumnya, menanam bawang merah dilakukan dengan menanam umbinya, dan jarang menggunakan bijinya. Sama seperti halnya bawang putih, untuk mendapatkan bibit bawang merah dapat di lakukan dengan cara menanam sendiri atau membelinya.

   

Untuk mendapatkan bibit yang baik, kita harus pandai-pandai dalam memilih bibit. Bibit bawang merah yang siap tanam ialah bibit yang telah di simpan selama 2-3 bulan. Umbi yang akan di gunakan sebagai bibit haruslah umbi yang mempunyai titik-titik tumbuh akar atau telah muncul tunas-tunasnya. Selain itu, umbi juga harus berasal dari tanaman yang sehat dan dipanen pada usia tua. Umbi yang sudah tua berasal dari tanaman yang di panen saat usia 70-90 hari. Pada umur tersebut pertumbuhan calon tunas dalam umbi sudah penuh.

Umbi yang di panen dari tanaman bawang merah yang telah tua terluhat padat dan berisi. Jika umbi terasa  lunak atau kurang padat pada saat di pegang, berrti umbi tersebut berasal dari tanaman yang belum terlalu tua saat di panen. Umbi yang berasal dari tanaman yang sehat, warnanya akan terlihat cerah, mengilap, segar, dan tidak kisut. Selain itu, tidak nampak warna hitam yang menandai adanya serangan penyakit yang di sebabkan oleh jamur.

Umbi yang akan di pergunakan untuk bibit, sebaiknya yang tidak terlalu besar. Umbi yang terlalu kecil akan mudah busuk jika di tanam. Selain itu, bibit yang berukuran kecil akan menghasilkan tanaman yang pertumbuhannya kurang baik dan hasilnya sedikit. Umbi yang besar akan menghasilkan pertumbuhan yang cepat dan sehat. Hanya saja, umbi yang besar harganya jauh lebih mahal. Oleh karena itu, banyak petani yang menggunakan bibit berukuran sedang. Umbi untuk bibit haruslah yang ukurannya seragam, tidak luka, atau tidak sobek kulitnya.

Sebelum di tanam, kulit luar bibit bawang merah yang mengering dan sisa-sisa akarnya harus dibuang. Selain itu, bagian ujung umbi dipotong dengan pisau bersih kurang lebih 1/3-1/4 bagian dari panjang umbi. Saat memotong haruslah hati-hati agar tunasnya tidak ikut terpotong. Tujuan di lakukan pemotongan adalah agar umbi tumbuh merata, merangsang tumbuhnya tunas, mempercepat tumbuhnya tanaman, merangsang tumbuhnya umbi samping, dan mendorong terbentuknya anakan. Sebelum umbi ditanam, luka bekas pemotongan harus dikeringkan terlebih dahulu untuk mencegah terjadinya pembusukan.

Jumlah bibit yang di gunakan tergantung pada ukuran bibit dan jarak tanam. Jika ukuran bibit kecil, bibit yang digunakan makin banyak. Sebaliknya, jika ukuran bibit besar, maka makin sedikit jimlah bibit yang diperlukan. Demikian juga dengan jarak tanam. Semakin rapat jarak tanam, semakin banyak bibit yang digunakan. Semakin renggang jarak tanam, semakin sedikit bibit yang dibutuhkan.  Namun. Jumlah bibit yang digunakan dapat diperkirakan. Satu hectare lahan membutuhkan sekitar 600-800 kg bibit.
  •     Pengolahan tanah
Sebelum dilakukan penanaman,  terlebih dahulu dilakukan pengolahan tanah. Pengolahan tanah bertujuan untuk menggemburkan tanah, menghilangkan tanaman pengganggu, dan membuat system penyerapan air yang baik.

Tanah yang akan ditanami bawang merah terlabih dahulu digemburkan dengan menggunakan cangkul, bajak, atau traktor. Penggunaan traktor sangat membantu pada lahan yang luas. Setelah itu, dibuat bedengan-bedengan. Di antara bedengan dibuat parit. Parit berfungsi sebagai tempat masuk air atau tempat keluar air yang berlebihan. Lebar badengan  antara100-120 cm. Parit antara bedengan berukukuran 30-35 cm dengan kedalaman 30-40 cm. Namun, panjang bedengan dan panjang parit disesuaikan dengan luas lahan.

Seminggu sebelum penanaman, tanah bedengan diberi pupuk dasar, yaitu pupuk kandang atau kompos. Tanah pada bedengan dicampur dengan pupuk dan diratakan. Sehari sebelum penanaman, lahan diairi secukupnya, dan siap ditanami.
  •     Teknik menanam
Pada bedengan yang telah dipersiapkan untuk menanam bawang merah, di buat lubang-lubang kecil dengan menggunakan penugal kecil. Kedalaman lubang-lubang kecil dengan menggunakan penunggal kecil. kedalaman lubang ukurannya kurang lebih sama dengan sama dengan bibit yang akan ditanam. jarak tanam 15 x 15 cm atau 15 x 20 cm. umbi bibit yang telah dipotong bagian ujungnya dan telah mengering, dimasukan kedalam lunang dengan bagian ujung di bagian atas.

Bibit sebaiknya jangan ditanam terlalu dalam, karena akan mudah mengalami pembusukan. Ujung umbi sedikit ditutup dengan tanah. Jika terlalu tebal tanah yang menutupinya, akan menghambat pertumbuhan tanaman. Setelah penanaman selesai, bedengan disiram dengan air. Umbi akan tumbuh setelah 5 -7 hari.

Yang terakhir adalah tahap Pemeliharaan Tanaman, yang akan dibahas pada postingan selanjutnya

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui google plus [g+] dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.

Sunday, 9 December 2012

Khasiat Bawang Merah dan Kandungan Bawang Merah

Kandungan, khasiat dan manfaat bawang merah

Seperti halnya bawang putih, tanaman bawang merah juga tumbuh membentuk rumpun, bentuk umbi bawang merah bervariasi, tergantung varietasnya. Ada yang berbentuk bulat, bulat lonjong, dan bulat pipih.

khasiat bawang merah, manfaat bawang merah, kandungan bawang merah
Setiap siung umbi bawang merah dilapisi lapisan pembungkus yang tidak terlalu banyak, jumlahnya hanya 2-3 helai dan tidak tebal. Sebaliknya, lapisan pembungkus siung ukurannya relative lebih tebal dibanding lapisan pembungkus.


Manfaat bawang merah

Selain memberi aroma yang wangi pada masakan, bawang merah juga sering digunakan sebagai campuran acar. Namun manfaat bawang merah tidak hanya untuk pelengkap makanan saja tapi dapat dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional, bahkan ramuan yang terbuat dari bawang merah telah digunakan pada zaman Mesir kuno.

Khasiat bawang merah bisa menurunkan panas demam pada anak-anak. Caranya dengan mencampur parutan bawang merah, minyak kelapa, dan minyak kayu putih, kemudian diusapkan pada anak yang sedang mengalami demam.

Selain itu manfaat bawang merah dapat digunakan untuk mengatasi penyakit lambung, yaitu dengan membiasakan memakan bawang merah mentah. Berdasarkan penelitian, bawang merah dapat digunakan untuk menekan penyakit kencing manis, menurunkan kolesterol dalam darah, dan memperlancar aliran darah.

Kandungan yang terdapat dalam bawang merah

Kandungan nutrisi yang terdapat dalam bawang merah ialah air sekitar 80% - 85%, protein 1,5%, lemak 0,3%, dan karbohidrat 9,2%. Selain itu bawang merah memiliki kandungan tiamin, riboflavin, niasin, dan asam askorbat.

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui google plus [g+] dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.
 

Tuesday, 4 December 2012

Budidaya Duku dan Cara Menanam Duku dengan Cara Cangkokan dan Okulasi

Kebanyak para petani membudidayakan duku dengan cara cangkok, okulasi, susunan, dan sambungan, hal ini dikarenakan budidaya duku dengan cara generatif menggunakan biji membutuhkan waktu yang cukup lama dibandingkan dengan system vegetatif. Duku baru akan berbuah ketika usia 8 – 10 tahun apabila kita menanam mulai dari biji, sedangkan apabila dengan cara cangkok duku akan berbuah ketika sudah berumur 5 – 6 tahun. 

Proses perbanyakan secara vegetatif pada duku tergolong sukar, tidak semudah pada jeruk, jambu, belimbing dan mangga. Pada perbanyakan secara cangkokan, persiapannya harus dilakukan sebelum musim hujan. 

Budidaya duku dan cara menanam duku, bibit duku, budidaya duku

Sarana yang harus dipersiapkan untuk pencangkokan 

Sediakan pisau tajam atau pisau okulasi untuk alat penyayat, sabut kelapa, kantung plastic, tali pengikat, media tanam berupa campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1, dan hormone perangsang pertumbuhan akar Rootone F. 

Cabang tanaman yang akan dicangkok dipilih yang ampak akar sudah berukuran sebesar jari manis atau ibu jari kaki, sehat dan tidak ada bagian yang cacat. 

Proses pengerjaannya dengan cara cangkokan Pengerjaan 

dimulai dengan mengupas kulitnya sepanjang 2,5 cm. keratin “atas” harus tepat terletak 0,5 cm di atas buku (bekas tumbuh daun atau calon tunas), sedangkan keratin “bawah” 2 cm di bawah buku. Karena disinilah akar cangkokan lekas tumbuh. 

Setelah kulitnya terkelupas, kambiumnya dikerok sampai bersih. Olesi luka sayatan dibagian atas dengan Rootone F, lalu diberi media sabut kelapa atau mos, ditutup plastic dan diikat tali. 

Kalau tidak turun hujan, bibit cangkokan yang masih berada di pohon itu harus disiram setiap hari. Sebulan kemudian, tampak akar cangkokan sudah mulai bermunculan dari sela-sela media. Kalau akarnya sudah berwarna kecokelatan, bibit cangkokan yang berada di pohon itu bisa dipotong. 

Selanjutnya bibit itu disemai selama 3 – 4 bulan di tempat teduh atau tempat penyemaian khusus, sebelum siap ditanam di kebun. Penyemaian dilakukan dalam kantong plastik hitam atau polybag berukuran 14 cm x 18 cm, berisi media tanam berupa campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 ditambah 5 gram NPK per kantong. Pemupukan tambahan NPK dilakukan sebulan sekali. 

Proses pengerjaan dengan cara okulasi 

Pada perbanyakan secara okulasi diperlukan bibit batang bawah berasal dari biji yang sudah berumur di atas dua tahun, kondisinya sehat dan ukuran batangnya minimal sudah sebesar jari telunjuk. Sebagai calon bibit tempelnya dipilih mata okulasi dari cabang pohon induk yang besaranya seukuran dengan bibit batang bawahnya, kulitnya sudah hijau keabuan atau kecokelatan, mata tunasnya sudah menonjol atau terlihat pecah. 

Kalau mata tunas pada cabang itu masih terlihat rata, ujung cabang di atas mata okulasi yang akan di pergunakan itu bisa di potong agar cepat tumbuh menonjol. Tunggu selama 15 hari. Kalau ternyata mata tunas yang rata sudah kelihatan menonjol atau pecah, mata tunas itu tinggal di sayat untuk di pindah tempelkan. Cara penyayatannya, kulit dikupas kira-kira 1 cm dari mata tumbuhnya. 

Bibit batang bawah yang akan ditempeli mata tunas itu dikupas kulitnya pada bagian setinggi 15 cm dari permukaan tanah. Pengupasannya di lakukan melintang dengan ukuran sebesar sayatan kulit mata okulasinya, panjangnya 3 cm, lalu hasil sayatannya di buang 2/3-nya. 

Segera mata okulasi itu di tempelkan. Sisa kupasan kulit bibit batang bawah ditutupkan pada mata okulasi, lalu di ikat erat-erat pakai tali, tapi jangan sampai mata tunasnya tertutup ikatan talinya.

Taruh bibit yang baru di sambung itu di tempat teduh. Sekitar 3-4 minggu kemudian balutan talinya di buka. Kalau warna kulit okulannya masih hijau, berarti pekerjaan pembibitan secara okulasi itu berhasil. 

Sepuluh hari kemudian batang di atas tempelan dipatahkan. Seteah mata tunas okulasi tumbuh setinggi 10-20 cm, batang atas yang telah di patahkan itu di potong habis. Selanjutnya bibit itu bisa di pindahkan dalam polybag yang lebih besar, lalu di semai selama 3-4 bulan seperti hal nya bibit cangkokan.

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui google plus [g+] dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Trima kasih atas partisipasinya.

Sunday, 2 December 2012

Cara Mengekspor Hasil Budidaya Rambutan

Agar Rambutan Layak Ekspor

Maksimal 7 hari setelah panen rambutan harus sudah tiba di tangan konsumen. Ketepatan waktu petik dan penanganan pascapanen yang benar dapat mempertahankan penampilan agar layak ekspor.

Rambutan layak ekspor harus segar, warna seragam, diameter buah minimum 2,5 cm, dan bobot minimum 30 gram per buah. Kulit bebas dari kotoran, bekas gigitan serangga atau penyakit, dan kerusakan fisik pada kulit dan rambut (spintern).

 Daging buah tebal dan ngolotok – mudah dipisahkan dari kulit biji. Persentase bagian daging harus besar. Warna daging harus transparan dengan kadar manis 18 briks-20 briks. Tidak boleh ada perubahan rasa saat dikonsumsi, misalnya menjadi tawar atau masam.

Budidaya Rambutan, Cara mengekspor hasil budidaya rambutan
Cara pemanenan

Panen rambutan berlangsung pagi atau sore hari agar suhu agak rendah. Pemetikan dalam satu pohon dilakukan bertahap sesuai tingkat kematangan. Penentuan waktu panen dilihat dari penampilan buah di pohon. Bila 80% - 90% kulit telah berwarna merah bercampur sedikit hijau-kuning, berarti saat panen tiba. Kondisi ini terjadi sekitar 15-18 minggu setelah penyerbukan, tergantung kultivar. Bisa juga dihitung sejak bunga mekar, yaitu 90-120 hari.

Pemetikan dengan memotong tangkai buah sekaligus dalam satu dompolan (bunches). Pakai gunting pangkas atau gunting khusus. Pemetikan yang keliru menyebabkan kerusakan mekanis dan kering karena kehilangan banyak air.

Setelah dipetik buah tidak boleh mengenai tanah, melainkan ditampung dalam keranjang plastic. Keranjang sebaiknya tidak terlalu dalam dan berventilasi baik. Buah di dalam keranjang tidak boleh ditumpuk terlalu penuh agar rambut tidak rusak.

Kerusakan pada rambut menghilangkan kadar air dalam buah. Akibatnya buah menjadi tidak segar, berwarna cokelat, dan mengurangi daya simpan  sehingga menurunkan harga jual.
Selama proses pemetikan hingga dibawa kegudang pengepakan, hindari sengatan terik matahari langsung. Cahaya berlebihan mempercepat penguapan air dari buah.

Cara pengemasan

Di gudang pengepakan berlangsung beberpa tahap penanganan: sortasi, pencucian, dan pengemasan. Rentang waktu pemetikan dan pengemasan sebaiknya sesingkat mungkin.
Sortasi buah berdasarkan ukuran (bobot dan diameter), dan kualitas fisik. Setelah itu buah dicuci untuk menghilangkan debu, serangga, atau kotoran lain yang masih menempel. Pencucian dilakuakn terpisah berdasarkan kelas hasil sortasi untuk mneghindari kerusakan mekanis. Diperlukan bak cuci berbentuk empat persegi panjang. Idealnya bak terbuat dari bahan fiberglas atau logam anti karat. Pencucian selama 5-10 menit dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak rambut buah.

Selain dicuci, rambutan perlu direndam atau diguyur dengan larutan fungisida untuk menghindari penyakit pascapanen. Fungisida yang sering dipakai ialah benomil dengan konsentrasi 1.000 ppm, atau larutan soda 1,5% selama 3-5 menit. Setelah itu rambutan dikering-anginkan sebelum dikemas.
Pada saat akan dikemas rambutan harus betul-betul kering. Ukuran kemasan dibuat sesuai berat dan kelas buah supaya tidak berdesakan dalam wadah. Sebelum dimasukan ke karton, rambutan dikemas terlebih dahulu dalam baki Styrofoam, keranjang jala, atau dibungkus plastic film.

Bila dikemas tanpa pembungkus, rambutan harus berada sekitar 2 cm dari permukaan dinding kotak bagian dalam. Kotak karton standar ISO biasanya berukuran 40cm x 20cm x 9cm. stiker diperlukan untuk memberikan informasi tentang negara  produsen, varietas, bobot bersih, dan nama pengirim / pengekspor.

Rambutan bisa disimpan diruangan bersuhu 10°C - 12°C  dengan kelembapan 85% - 95% sebelum dikirim. Pre-cooling  dilakuakan selama 2 – 3 jam menggunakan palet atau rak di dalam ruangan pendingin. Waktu pre-cooling menjadi 8 – 12 jam kalau sudah dikemas dalam kotak karton. Kalau mungkin, rambutan dikirim pada hari yang sama segera setelah diberi perlakuan pascapanen. (Sumber TRUBUS, Penulis: Ir. Nancy Martasuta, Ahli alih informasi pertanian Thailand – Indonesia)