Showing posts with label Pesan Moral dan Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Pesan Moral dan Motivasi. Show all posts

Tuesday, 10 January 2012

Cara Mengontrol Amarahmu [MUST READ]




Kemarahan adalah emosi umum saat kita mengalami, melihat, mendengar, dan merasakan seseorang atau sesuatu tidak benar atau berlawanan dengan pandangan kita. Tetapi di kasus tertentu, marah itu penting untuk menunjukkan ketegasan kita. Setiap orang memiliki skala kemarahan sendiri...

Seberapa sering kita marah, seberapa hebat, seberapa lama, tingkat masalah yang membuat marah, berbeda-beda tiap orang. Orang yang sering dan mudah marah, terlalu lama dan terlalu hebat saat marah perlu belajar manajemen emosi untuk mengontrol amarahnya. Aku akan memberikan tips umum untuk mengontrol amarahmu.



1. Menjauhlah beberapa saat dan berikan waktu pada dirimu untuk berpikir

Saat kamu merasa seseorang melakukan kesalahan, jangan langsung merespon situasi tersebut. Lebih baik, ambil waktu beberapa saat untuk berpikir, tenangkan dirimu, dan ambil napas yang dalam. Jika perlu, menjauhlah dari sumber masalah. Setelah kamu merasa rileks, hadapilah!

2. Cari akar permasalahannya

Seringkali orang menjadi marah karena mereka tidak menilai masalah lebih dalam. Bisa saja itu hanyalah efek samping dari rasa iri hati, hormon yang tidak stabil (saat menstruasi), atau mungkin mereka belum menyadari penyebab sebenarnya dari masalah. Contohnya, kamu marah karena pacarmu terlambat menjemputmu. Dalam kasus itu, daripada langsung menuduh ia tidak bertanggung jawab, tanyakan padanya "mengapa kamu terlambat?". Bisa saja ia terlambat karena ia harus menyelesaikan sesuatu yang penting sebelumnya. Jika kamu dapat menemukan akar permasalahan dari masalahmu dan mengatasinya, kamu tidak akan menjadi orang yang mudah marah.
3. Berpikirlah mengenai responmu dan konsekuensinya

Tak terhitung lagi orang yang merasa menyesal karena mereka tidak bisa mengendalikan amarahnya. Biasanya, orang yang tidak dapat mengendalikan amarah, cenderung melukai perasaan orang lain, dan bahkan melukai secara fisik. Pikir lagi konsekuensi dari amarahmu. Bereaksi-lah terhadap masalah dengan tegas tanpa mengurangi arti sebenarnya dari kata-katamu. Jika kamu sudah terlanjur mengeluarkan amarahmu secara berlebihan, minta maaflah dengan tulus, dan katakan tujuanmu yang sebenarnya.

4. Dewasalah dalam berpikir dan bertindak

Orang yang akrab dengan amarah, biasanya memiliki masalah serius dengan kedewasaannya. Remaja cenderung lebih meledak-ledak dalam emosi karena mereka belum dewasa dalam berpikir dan belum memiliki emosi yang stabil. Tetapi bukan berarti setiap orang yang sudah tua adalah orang yang dewasa. Tingkatan umur tidak selalu sebanding dengan tingkat kedewasaan. Saat kamu selesai membaca artikel ini, tidak peduli kamu remaja atau orang tua, cobalah untuk selalu berpikir sebelum bertindak. Berlatihlah untuk mengontrol emosimu.
5. Temukan motivasi untuk meningkatkan dirimu

Apakah ada orang yang kamu cintai? Siapakah orang yang tidak ingin terkena akibat dari amarahmu? Gunakan mereka dan berpikirlah tentang mereka sebagai motivasimu untuk mengontrol amarahmu.
Pastikan kamu membaca Efek Negatif dari Marah juga, untuk mendapatkan wawasan lebih dalam mengenai amarah. Good Luck





sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=9308256

Inilah Dampak Hubungan Seks Pranikah!

sumber terpercaya terkait dampak seks pranikah. karena sudah menjadi jamak di era milennium ini hampir semua orang yang pacaran pasti telah melakukan Zinah! baik, zina mata, mulut maupun zina secara harfiyah. mari simak apa kata sang ahli :

Salah satu masalah paling menakutkan bagi perempuan saat melakukan hubungan seks dengan pacar adalah kehamilan. Namun dalam pengalaman memberikan konseling pada klien yang melakukan hubungan seks pranikah, ada dampak lainnya yang lebih serius.

Pertama, perasaan bersalah. Jika Anda memiliki nurani dan moral yang baik akan ada perasaan bersalah setelah melakukannya. Apalagi jika yang melakukannya mempunyai hubungan yang baik dengan ayah dan ibu yang sungguh mencintai dirinya. Guilty feeling ini akan menimbulkan gangguan perasaan tidak nyaman, terutama saat bertemu orangtua. Perasaan bersalah menyita konsentrasi dan energi emosi Anda. Sebaliknya, bisa juga Anda malah ketagihan untuk melakukannya berulang. Untuk itu Anda harus berbohong pada orangtua sebab harus izin ke tempat yang khusus seperti pusat rekreasi, hotel atau lainnya.



Kedua, perasaan takut ditinggal pacar. Perasaan muncul dari self esteem (harga diri) yang rendah. Perasaan tidak aman membuat Anda takut kehilangan pacar yang sudah tidur dengan Anda. Jika pacar Anda membaca gelagat ini dia akan memanfaatkan Anda. Dia akan terus meminta melakukannya berulang dan berulang. Jika Anda menolak, maka dia bisa mengancam akan meninggalkan Anda. Karena takut ditinggal, maka Anda menyerah pada kemauannya. Hubungan berbasis rasa takut sangat tidak sehat dan rentan dengan konflik yang mengakibatkan mudahnya hubungan itu putus tanpa alasan yang jelas.

Ketiga, Anda punya perasaan cemas dan kurang percaya pada pacar Anda. Dalam beberapa kasus klien kami, mereka berpikir jangan-jangan pacar saya juga pernah tidur dengan pacar sebelumnya. Perasaan trust yang rendah mempengaruhi respek atau rasa hormat pada pasangan. Mudah curiga dan cemburu akan membumbui hubungan itu.

Keempat, terinfeksi penyakit menular seksual. Jika Anda melakukan hubungan seks dengan pacar yang juga pernah melakukan hal yang sama dengan orang lain dan ia terinfeksi, maka ada risiko terkena penyakit menular seksual. Hamil tidak membuat Anda mati, tapi jika terinfeksi penyakit seperti HIV/AIDS sangat menakutkan dan membuat masa depan Anda bisa-bisa suram.

Kelima, pria khususnya yang masih remaja atau muda belia, biasanya melakukan hubungan seks dengan takut dan tergesa-gesa. Kalau itu dilakukan dengan tergesa karena takut, (takut ketahuan dan sebagainya), maka sesungguhnya hubungan seks itu kehilangan makna dan kenikmatannya. Pacar Anda bisa memandang rendah karena merasa hanya bisa memberikan kepuasan begitu-begitu saja.

Keenam, perasaan takut jika ternyata nantinya Anda ganti pacar. Pergumulannya, apakah Anda harus terbuka dengan pacar baru. Jika terbuka bisa berisiko Anda ditinggal. Jika tertutup, hati Anda menuduh Anda curang. Tidak jujur. ”Bagaimana pula jika suami saya akhirnya tahu setelah kami menikah, wah bisa berabe nantinya!”

Ketujuh, bila ternyata hubungan itu membuat Anda hamil bisa saja berpikir kalap lalu ambil keputusan aborsi karena benar benar tidak siap. Aborsi itu akan meninggalkan bekas trauma yang amat sangat berdampak buruk, bahkan bisa seumur hidup.

Itulah pergumulan yang umum dirasakan perempuan yang kadung sudah melakukan hubungan seks sebelum menikah. Pada pria kekuatiran atau risiko di atas tidak seperti perempuan, kecuali pada perasaan bersalah (guilty feeling) dan penyakit menular seksual (itupun kalau sadar).



Beberapa Saran
  1. Janganlah Anda menikah HANYA karena Anda sudah pernah melakukan hubungan seks, bahkan jika hamil sekali pun. Jika Anda tahu pasangan Anda seorang yang tidak matang, tidak bertanggung jawab dan suka melakukan kekerasan, jangan pernah memaksakan diri menikah dengan dia.

  2. Jangan terkecoh dengan “kejujuran” yang hanya menarik simpati. Waspadai jika ternyata Anda tahu pasangan Anda itu orang yang berulang melakukan hubungan seks dengan Anda atau mantan pacarnya, bahkan dengan pekerja seks komersial (PSK). Jangan terkecoh dengan penampilan, atau “kejujuran” masa lalunya. Sebab kejujuran itu bukan segalanya, Anda harus mempertimbangkan masa depan pernikahan Anda. Jika ia ternyata impulsif, tidak mampu menguasai dorongan-dorongan seksualnya, kalau tidak dilayani marah-marah dan melakukan ancaman dan kekerasan, waspadalah!

  3. Jangan pernah menikahi pasangan hanya karena KASIHAN. Misalnya karena dia mengancam, akan bunuh diri jika Anda putuskan. Atau Dia mengancam tidak akan pernah menikah selamanya, dsb dsb. Kasihan adalah motif nikah yang sangat lemah. Menikah hanya karena motif kasihan anda telah membunuh pernikahan Anda sendiri.

  4. Keterbukaan melakukan hubungan seks dengan mantan pacar Anda harus dipertimbangkan dengan bijak. Apakah harus menceritakannya, kapan sebaiknya, apa dampaknya, dsb. Sebaiknya temui seorang konselor untuk memahami kondisi pasangan, kesiapan pasangan, dan sistem kesehatan pernikahan Anda.

  5. Jika akhirnya pasangan Anda cerita bahwa dia pernah melakukan hubungan dengan mantan pacarnya, maka Anda tidak boleh menceraikannya hanya karena alasan itu. Sebab sesungguhnya Andapun tidak lebih suci dari pasangan Anda. Memaafkan adalah jalan terbaik dan mulia demi kelangsungan dan kelanggengan pernikahan dan demi masa depan anak cucu Anda.

Penutup

Dampak hubungan seks sebelum nikah menimbulkan banyak risiko yang tak mudah. Karena itu, hai rekan muda, hindarilah melakukan hubungan seks sebelum nikah, sebab risiko-risiko di atas bisa menghantui Anda, mengganggu dan bisa bisa merusak hingga pada pernikahan Anda kelak.

Bagaimanapun mencegah lebih baik daripada mengobati. Tapi jika Anda merasa ingin hidup bebas sesuka hati Anda menggunakan seks, Anda tidak mau dibatasi siapapun dan apapun, silahkan. Risiko pikul dewe. Sharing peringatan ini sifatnya hanya berbagi. Semoga berguna.



Akhirnya, seandainya sudah kadung terjadi dan anda menyesal, ingatlah anugerah Allah melampaui kesalahan Anda. PengampunanNya tersedia limpah, asal jangan berbuat lagi.

Julianto Simanjuntak






sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8385958

Mana yang lebih mudah "meminta maaf" atau "memaafkan"

manusia tidak akan pernah berhasil lulus dari ujian kehidupan kalau ujiannya harus 100 nilai nya, pasti manusia memiliki kesalahan di setiap langkah hidupnya. Dan kondisi ketidak sempurnaan seperti ini membuat manusia diharuskan memilih meminta maaf atau posisi "memaafkan" jika kita bersalah, seharusnya kita didalam posisi meminta maaf dan terkadang kita merasa seseorang bersalah kepada kita, maka kita di posisi "memaafkan". Sekarang kalian hitung seberapa sering anda di dalam posisi memaafkan? Dalam seminggu saja, atau sebulan? Pasti sangat banyak dan itu menandakan ketidaksempurnaan manusia sebagai pribadi yg diciptakan bukan menciptakan



sekarang, dunia menjadi lebih individualis dan semakin berprinsip
"hidupmu adalah masalahmu, hidupku adalah masalahku" sering orang berkata "ini hidupku, terserah aku dong mau berbuat apa.." terkadang orang berada di posisi bersalah tetapi sangat sulit untuk "meminta maaf" tapi orang dalam keadaan benar pun susah untuk memberi maaf, mengapa seperti itu?.

Meminta maaf berarti merendahkan diri terhadap pribadi lain yang ditinggikan, karena kita memerlukan sesuatu dari dirinya, dan itu jelas sangat sulit dilakukan oleh manusia tentunya, yang merupakan pribadi bersifat
"ego" karena "ego" itulah manusia sulit untuk turun ke bawah dan meminta sesuatu kepada orang lain, terutama meminta maaf kepada orang lain. Padahal cara meminta maaf lebih simple dari pada cara makan, cara meminta maaf hanya dengan 1 kata "sorry" tapi manusia sulit sekali mengatakan 1 kata itu, dan penyebab utamanya adalah ego yang menjadi sifat utama manusia, dan sangat sulit untuk mengalahkan ego , karena itulah yang disebut "musuh terbesar dalam hidupmu adalah dirimu sendiri"

lalu yang kedua inilah adalah bagaimana jika kita memaafkan orang? Mengapa ini juga sulit? Memaafkan orang lain atau pribadi lain, hanya memerlukan sedikit tenaga dan usaha untuk mengatakan 2 huruf yaitu "ok" karena terkadang jika seseorang meminta maaf pada kita, kita tidak memaafkannya, padahal hanya dengan 2 huruf atau 3 huruf "ok" atau "iya" tetapi manusia sangat sulit melakukannya, kalau dipikir-pikir lagi lebih jauh, manusia itu konyol ya memiliki kemampuan yang lebih, dan memiliki banyak keunikan, tapi berkata 2 huruf dan 3 huruf saja sulit sekali dan jarang sekali ada orang yang memaafkan di jaman "individualis" ini.


Tapi penyebab utamanya bukan itu, penyebab utamanya adalah karena kita sebagai manusia memiliki kedudukan dan ego, kita sering kali sesuah mengangkat derajat orang lain yang ada dibawah kita, dan inilah yang menjadi penyebab utama dalam hal memaafkan. Kita sering berkata didalam otak "enak aja kamu omong "minta maaf" hei, aku susah-susah membantu kamu, kamu bersalah..aku tidak akan memaafkan mu begitu saja!!" dan itu karena manusia yang tidak sempurna ini tidak mau ada orang yang menyamainya dan selalu terus ingin menjadi yang teratas dan yang terbaik, dan ketika orang meminta maaf pada dirinya itulah kepuasan pribadi, karena dia merasa di atas dan merasa nikmat di posisi seperti itu. Itulah penyebab utama sulit berkata 2 atau 3 huruf tersebut.

kesimpulannya kali ini, manusia benar benar makhluk yang unik dan seharusnya dapat mengatasi masalah ini dengan baik, tetapi karena "musuh terbesar dalam hidup adalah dirimu sendiri" itulah penyebab utama dari semua kesalahan didalam diri manusia. Karena itulah manusia susah memaafkan dan dimaafkan





sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8401188

Belajar Psikologi dari "James Bond"


Siapa yg tidak kenal dengan agen rahasia asal Inggris yg terkenal dengan 007 atau James Bond. Pasti anda pernah menonton film James bond seperti Die Another Day, Quantum of Solace, Casino Royale, dll. Walaupun ini hanyalah film yg pada dasarnya fiksi, tetapi menurut ane, kita masih dapat mengambil beberapa value dari film James Bond.

Cool and calm dalam menghadapi musuh, itulah Bond, James Bond. Ketika dia menghadapi baku tembak dengan teroris, dia tau dia akan menang. Bond dikenal selalu bisa meloloskan diri dari keadaan terjepit dan itu membuatnya ditakuti musuh. Dan karena sikap cool and calm-nya tersebut dia juga gampang mendapatkan cewek-cewek cakep dengan gampang
Spoiler for james bond:

Sebaik apapun strategy atau rencana kita dalam hidup, apabila kita tidak se- “cool and calm” James Bond, maka hidup kita akan banyak mengalami kegagalan (jadi, tetaplah tenang mengahadapinya ).

Menjaga kestabilan psikologi dalam kehidupan sehari-hari menjadi tes dari waktu ke waktu. Semua orang dituntut untuk bisa tetap tenang dalam menghadapi fluktuasi yang terjadi di kehidupannya.

Stay cool under pressure

Ketika Bond harus meloncat diantara dua gedung tinggi, dia tau dia bisa melakukannya. Tidak ada rasa ragu-ragu didalam keputusannya.



Dalam mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang harus mengesampingkan rasa ragu, serakah dan rasa takut. Orang yang terlibat secara emosional dalam hidup seringkali membuat suatu kesalahan yang fatal dan tidak perlu.

Seringkali kita menjadi tidak disiplin setelah beberapa kali berhasil melakukan sesuatu, ataupun terlalu cepat berganti-ganti strategi atau rencana setelah gagal dalam satu hal. Salah satu kunci penting ialah mampu untuk mengatasi faktor emosi yang terjadi dalam masalah dan tidak terjerumus didalamnya.

Know when to take a Break

Ketika kita dalam posisi terpuruk atau sedang "down", pikirkanlah untuk berhenti sejenak sebelum rasa takut dan kecewa mendominasi rencana yang telah kita buat. Tidak semua hal yang kita lakukan bisa berjalan mulus sesuai rencana, karena ada pepatah yang bilang "Manusia merencanakan, Tuhan yang menentukan". Untuk itu, semua orang harus mampu menerima kekalahan.

Kita bisa beristirahat beberapa hari tanpa harus memikirkan masalah untuk membersihkan pikiran dan “mengobati” rasa bersalah kita. Dengan tetap terus melakukan hal secara membabi buta dalam "memperbaiki kesalahan" kita seringkali justru menghasilkan "kesalahan" yang lebih besar, dan menghancurkan psikologi kita.

Selalu ada hari esok, melalui pengembangan risk and reward ratio yang tepat, kita dapat “membayar” kesalahan yang kita buat.


Tulisan diatas saya ambil dari salah satu Blog yang memberikan sebuah artikel psikologi tentang trading online. Karena artikel tersebut bisa menjadi menjadi inspirasi jadi ane edit supaya bisa kita implementasiin ke hidup juga





sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=12448859

Monday, 9 January 2012

~ Jauhkan Anak dari TV Sebelum Berumur 2 Tahun ~

Jauhkan Anak dari TV Sebelum Berumur 2 Tahun


Sekarang ini boleh dikatakan semua keluarga punya TV, tak jarang jumlahnya lebih dari satu. TV menjadi alat hiburan yang tak tergantikan. Bahkan, tidak jarang TV dianggap ‘membantu’ orang tua yang mempunyai anak kecil (balita). Ketika orang tuanya sibuk menangani yang lain, anak-anak dibiarkan asyik nonton TV. Anak senang, orang tuanya pun demikian…

Boleh dikata, TV merupakan hiburan wajib/minimal bagi anak-anak, dan juga orang dewasa. Tidak hanya TV itu sendiri, tetapi juga ‘turunan’-nya seperti VCD/DVD player, PS, dsb, yang juga menggunakan TV sebagai bagian dari perangkatnya.

Masalahnya adalah, apakah TV merupakan barang yang ’sehat’ bagi anak-anak? Sudah sering dibahas, bahwa TV sebenarnya ‘tidak baik’ untuk anak-anak. Bahkan kadang pembahasan tentang ketidak-baikan TV itu dilakukan di layar/studio TV! Tapi masih banyak yang penasaran, termasuk saya: OK, TV memang tidak baik, tapi seberapa buruk sih?

menurut parents.com yang menjabarkan informasi menarik tentang TV dan anak-anak. Berikut ini kutipannya:

1. Anak-anak bermain lebih sedikit ketika sedang ada TV menyala di belakangnya


2. Sekitar 32% anak usia 6 tahun ke bawah tinggal di rumah dimana TV selalu atau hampir selalu menyala sepanjang waktu


3. Sekitar 74% anak dan balita sudah menonton TV sejak sebelum merayakan ulang tahunnya yang kedua


4. Di tahun 1970-an, rata-rata anak mulai nonton TV pada usia 4 tahun. Saat ini: 4 bulan


5. Sekitar 43% anak usia kurang dari 2 tahun nonton TV setiap hari, dan 18% nonton video/DVD setiap hari


6. Anak-anak lebih lambat mengerjakan perintah yang mereka lihat di TV dibandingkan perintah langsung


7. The American Academy of Pediatric merekomendasikan hanya anak usia 2 tahun ke atas yang boleh menonton TV, dan hanya boleh menonton maksimal 2 jam sehari


Tidak ada salahnya rekomendasi dan fakta-fakta di atas menjadi perhatian kita semua, khususnya yang punya anak kecil. Menurut saya pribadi, poin ke 7 itulah yang terpenting: Jangan biarkan anak nonton TV sebelum dia berumur 2 tahun, dan jangan biarkan mereka menonton TV lebih dari 2 jam sehari..

Kalau bukan kita (orang tua) yang melindungi anak-anak dari pengaruh buruk TV, siapa lagi?





sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=12454464