Showing posts with label Ayam. Show all posts
Showing posts with label Ayam. Show all posts

Tuesday, 19 November 2013

Cara Modern & Tradisional Menghilangkan Kutu / Gurem

Pengobatan kutu/gurem sejauh ini dilakukan dengan cara manual (tradisional) melalui penyemprotan atau pencelupan ayam menggunakan campuran larutan yang terdiri dari air + deterjen + (sevin/antipar) + belerang halus.

Cara tersebut dirasakan cukup merepotkan dan membutuhkan banyak waktu dan tenaga. Selain itu sulitnya mendapatkan bubuk belerang membuat kita menjadi malas untuk melakukan pengobatan. Akibatnya tidak jarang para peternak tidak melakukan “semprot kutu” sehingga akhirnya ayam petelur “berkutu”.

Cara Pengobatan Terbaru (Modern)

Kini, dengan penemuan obat anti kutu yang dapat dilakukan melalui air minum, maka pengobatan kutu/gurem sangat mudah dilakukan.

Kita tinggal menyediakan bahan, menghitung kebutuhan bahan dan kebutuhan air maka tindakan pengobatan sangat mudah dilakukan. Pengobatan ini dilakukan dengan obat yang kandungan zat aktifnya adalah “ivermectin”.

Ivermectin ini dikenal luas telah digunakan pada hewan ruminansia/non ruminansia besar untuk membasmi kutu melalui injeksi. Kini, ivermectin dapat diaplikasikan juga untuk ayam petelur melalui air minum.

Petunjuk Teknis Pengobatan

Petunjuk teknis aplikasi pengobatan tiap 2500 ekor ayam petelur berat badan 2kg/ekor dengan konsumsi pakan 120gr/ekor, asumsi konsumsi air 2,5 x dari konsumsi pakan :

# 1. Hitung jumlah populasi ayam yang akan diobati, contoh 2500 ekor

# 2. Hitung berat badan ayam yang akan diobati dengan cara populasi dikali berat rata-rata per ekor. Contoh : 2500ekor x 2kg/ekor = 5000 kg ayam.

# 3. Hasil perhitungan no.2 dibagi dengan 25kg berat badan tiap 1 mL sehingga akan didapatkan total obat yang dibutuhkan.(Diketahui bahwa dosis ivermectin adalah 0,4mg/kg berat badan sedangkan obat kutu mengandung Ivermectin 10mg/mL obat). Contoh : 5000 kg ayam / 25 kg/mL = 200 mL obat kutu. (2 botol kecil obat kutu ber isi 100mL/botol).

# 4. Hitung jumlah air yang dibutuhkan. Contoh : 2500 ekor x 120gr/ekor x 2,5 x 3 jam / 12 jam = 187,5 Liter air atau digenapkan menjadi 200 Liter air.

Kesimpulan
Kini dengan cara yang praktis dan mudah, kita dapat melakukan pembasmian kutu/Mreki/Gurem sekaligus cacing gelang di ayam petelur/pedaging dengan biaya yang cukup murah.

Thursday, 19 September 2013

Tips Memilih Ayam Babon Yang Bagus Untuk Indukan

Dalam perindukan ayam, dikenal dua jenis babon istimewa yaitu babon unggul dan babon cetak. babon unggul adalah babon pilihan, memiliki silsilah perindukan yang baik, struktur tulang yang bagus, bentuk badan ideal (seperti botol) dan menunjukkan teknik bertarung yang baik.

Babon ini juga harus memiliki sifat dominan pada keturunan, sehingga anak-anak yang dihasikan cenderung akan mewarisi kelebihan induknya. bahkan ketika dikawinkan dengan pejantan yang kurang bagus pun, anak yang dihasilkan akan cenderung ikut induk dan lebih bagus dari bapaknya. babon unggul biasanya berasal dari galur murni.

Bagi penghobi breeding ayam bangkok, memahami cara memilih indukan yang baik adalah suatu keharusan. seekor babon adalah mesin utama dalam sebuah peternakan, dan khusus untuk urusan breeding, sering berperan lebih ‘penting’ daripada pejantan. memilih babon yang baik adalah tidak mudah, dan lebih sulit daripada memilih pejantan yang baik. seekor pejantan bisa dipilih dengan melihat cara bertarungnya menghadapi berbagai tipe lawan, tetapi seekor babon yang baik tidak cukup demikian.

Babon cetak adalah babon yang punya kecenderungan resesif dalam keturunan. anak yang dihasilkan akan cenderung mirip atau fotocopy dengan bapaknya. seekor babon cetak yang baik, harus menghasilkan anak yang jelek ketika pejantannya jelek. sebaliknya harus menghasilkan anak bagus ketika pejantannya bagus. jika babon cetak dikawinkan dengan pejantan jelek dan anaknya bagus, maka ia gugur dalam kriteria babon cetak dan harganya turun.

Babon cetak bisa cetak fisik, cetak teknik, atau cetak semuanya. untuk uji cetak fisik, adalah dengan mengawinkan berbeda bulu atau bentuk jengger yang beda. seekor babon cetak berwarna hitam harus menghasilkan anak berwarna putih ketika pejantannya putih. jika dikawinkan dengan ayam katai, maka anaknyapun harus kecil-kecil. untuk uji cetak teknik, harus dikawinkan dengan pejantan berteknik jelek, lalu dengan pejantan berteknik bagus. seekor babon yang cetak sempurna, harganya bisa amat mahal dan tidak realistis. babon cetak bisa berasal dari galur murni (BK) maupun campuran (F1 maupun F2) atau turunan yang sudah jauh.